Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Untuk Atap

Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Untuk Atap

Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Untuk Atap – Material baja ringan dalam konstruksi sebuah bangunan, khususnya di bagian atap semakin marak digunakan oleh sebagian besar masyarakat. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pasokan material kayu yang semakin langka membuat material baja ringan dipilih sebagai alternatif.

Selain itu, baja ringan juga memiliki sejumlah keunggulan yang pastinya tidak dimiliki oleh rangka kayu sebagai atap rumah. Salah satu kelebihan baja ringan yaitu memiliki kekuatan yang tinggi namun tetap memiliki bobot ringan sehingga mampu menghemat struktur bangunan penopang di bawahnya.

Berbicara mengenai penggunaan baja ringan sebagai konstruksi atap hunian, tentunya diperlukan adanya perhitungan kebutuhan material dengan matang sejak awal. Perhitungan ini diperlukan agar nantinya pemilik bangunan bisa mempersiapkan berapa besar anggaran dana atau biaya yang perlu dipersiapkan untuk membeli material baja ringan.

Namun, permasalahannya tidak semua orang tahu bagaimana cara menghitung total kebutuhan materialnya. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai tata cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah menggunakan rumus agar hasilnya bisa lebih akurat.

Kelebihan dan Kekurangan Atap Baja Ringan

Kelebihan dan Kekurangan Atap Baja Ringan

Seperti dijelaskan di atas, salah satu keunggulan material baja ringan yaitu memiliki daya tahan tinggi terhadap lingkungan sekitar. Meskipun demikian, bukan berarti baja ringan tersebut tidak memiliki kekurangan sedikitpun. Sebagai bahan pertimbangan sebelum membelinya, berikut akan kami berikan beberapa kelebihan serta kekurangan dari atap baja ringan.

Kelebihan

  • Bobotnya cenderung lebih ringan dibandingkan material kayu.
  • Mudah untuk dipotong dan dirakit.
  • Harganya relatif terjangkau.
  • Memiliki sifat tahan lama.
  • Tidak mudah terbakar.
  • Mempunyai tegangan tarik tinggi.
  • Dapat di daur ulang.

Kekurangan

  • Cara atau proses pemasangannya membutuhkan tukang berpengalaman.
  • Atap baja ringan tidak bisa di ekspos.
  • Jika cara pemasangannya dilakukan asal-asalan, atap baja ringan mudah terbawa angin.

Kebutuhan Material Baja Ringan Untuk Atap

Sebelum membahas cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah lebih lanjut, sebaiknya pahami terlebih dahulu apa saja kebutuhan materialnya. Adapun beberapa bahan material pemasangan baja ringan untuk atap rumah diantaranya yaitu seperti di bawah ini.

Kanal C dan Reng

Kanal C dan Reng

Kebutuhan pertama dalam pemasangan rangka atap baja ringan yaitu kanal C dan reng. Kanal merupakan sebuah batang utama pada rangka baja ringan yang memiliki fungsi sebagai penopang gaya tarik ataupun tekan. Umumnya material kanal C serta reng di pasaran dijual dengan ukuran 6 meter.

Sekrup Baja Ringan

Sekrup Baja Ringan

Sekrup baja ringan juga termasuk ke dalam material penting dalam pemasangan rangka atap rumah. Saran kami sebaiknya gunakan sekrup baja ringan berkualitas agar nantinya struktur atap dapat bertahan lama dan tidak mudah roboh karena terbawa angin.

Genteng

Genteng

Material terakhir yang masuk ke dalam perhitungan pemasangan atap baja ringan yaitu genteng. Penggunaan genteng juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan pemilik rumah, entah itu genteng metal ataupun genteng spandek.

Rumus Menghitung Kebutuhan Baja Ringan

Rumus Menghitung Kebutuhan Baja Ringan

Sebagaimana diketahui, agar perhitungan kebutuhan baja ringan untuk atap rumah bisa memberikan hasil akurat, maka diperlukan adanya rumus. Hal ini juga biasanya berlaku apabila kalian hendak MENGHITUNG KEMIRINGAN KUDA-KUDA BAJA RINGAN. Untuk lebih jelasnya, berikut akan kami berikan rumus menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap hunian.

Volume Atap : (Panjang Bangunan + Overstek Genteng) x (Lebar Bangunan + Overstek Genteng) / Derajat Kemiringan Atap (Cos Derajat)

Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Untuk Atap

Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Untuk Atap Rumah

Setelah mengerti rumus perhitungannya, selanjutnya kalian juga harus mengetahui bagaimana tata cara menghitungnya. Misalkan kalian akan menggunakan PEKERJA BORONGAN PASANG BAJA RINGAN pada berukuran 10 m x 20 m dengan masing-masing overtsek 1.5 meter pada setiap sisinya serta kemiringan 35 derajat, maka tata cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap yaitu akan seperti di bawah ini.

  • Panjang total rangka baja ringan : 10 m + 1.5 m + 1.5 m = 13 m.
  • Lebar total rangka baja ringan : 20 m + 1.5 m + 1.5 m = 23 m.
  • Derajat kemiringan atap : Cos 35 derajat atau setara dengan 0.819.
  • Volume : (Panjang bangunan x Lebar bangunan) / Derajat kemiringan Atap (cos derajat).
  • Volume : (13 m x 23 m) / 0.819.
  • Volume : 299 m2 / 0.819 = 365.07 m2.

Jadi, total volume pekerjaan pemasangan baja ringan untuk atap rumah berukuran 10 m x 20 m yaitu kurang lebih sekitar 365.07 meter persegi atau dibulatkan menjadi 366 meter persegi. Tahap selanjutnya yaitu tinggal mencari tahu cara menghitung total kebutuhan material baja ringan pada pemasangan atap.

Kebutuhan Kanal C dan Reng

  • Kanal C : (Luas atap miring x 4) / 6.
  • Kanal C : (366 m2 x 4) / 6.
  • Kanal C : 1.464 m2 / 6 = 244 batang.
  • Reng : Jumlah kanal C x 1.2.
  • Reng : 244 x 1.2 = 292.8 buah (dibulatkan menjadi 293 buah).

Kebutuhan Genteng

  • Genteng atap spandek : Luas atap miring x 1.62.
  • Genteng atap spandek : 366 m2 x 1.62 = 592.92 lembar (dibulatkan menjadi 593 lembar)

Kebutuhan Sekrup Baja Ringan

  • Sekrup rangka baja ringan : Luas atap miring x 20.
  • Sekrup rangka baja ringan : 366 m2 x 20 = 7.320 pcs.
  • Sekrup genteng : Jumlah genteng x 12.
  • Sekrup genteng : 593 x 12 = 7.116 pcs.

Analisa Biaya Pemasangan Atap Baja Ringan

Analisa Biaya Pemasangan Atap Baja Ringan

Di atas sudah kami jelaskan secara lengkap mengenai cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah. Selanjutnya, di bawah ini juga akan kami berikan cara menganalisa BIAYA PEMASANGAN ATAP BAJA RINGAN menggunakan pekerja borongan dengan acuan kebutuhan seperti di atas.

KeteranganKebutuhanHarga SatuanJumlah Harga
Upah pasang atap366 meterRp 25.000Rp 9.150.000
Genteng spandek593 lembarRp 32.000Rp 18.976.000
Kanal C / kaso baja ringan244 batangRp 65.000Rp 15.860.000
Reng baja ringan539 batangRp 35.000Rp 20.755.000
Sekrup atap & rangka14.436 pcsRp 300Rp 4.330.800
TOTAL BIAYARp 69.071.800

Jadi, total biaya yang diperlukan untuk memasang baja ringan para atap rumah berukuran 10 m x 20 m menggunakan pekerja borongan yaitu kurang lebih sekitar Rp 69.071.800. Perlu diingat, biaya di atas bisa saja berbeda, tergantung dengan HARGA BAJA RINGAN, genteng, sekrup dan harga borongan pemasangannya.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah maupun kanopi. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan gambaran ketika hendak menghitung keperluan material baja ringan saat hendak membangun rumah impian.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *