√ Berat Jenis Batu Pecah : Fungsi, Ukuran, Jenis Kelebihan & Kekurangan

Berat Jenis Batu Pecah – Sebuah bangunan terdiri dari berbagai macam struktur yang dipadukan menjadi satu kesatuan sehingga menciptakan suatu bangunan komplit. Struktur-struktur tersebut di antaranya yaitu meliputi pondasi,konstruksi dinding, kusen, pintu serta jendela hingga pekerjaan finishing.

Setiap material bahan bangunan juga memegang peranan penting terhadap berdirinya suatu konstruksi, salah satunya yaitu batu pecah. Batu pecah atau juga dikenal sebagai batu split dan batu belah merupakan material bangunan yang diperoleh dengan cara membelah ataupun memecah batu berukuran besar menjadi kecil.

Sebagaimana diketahui, setiap material komponen bangunan pastinya memiliki berat jenisnya tersendiri, termasuk batu pecah. Dengan mengetahui berat jenis material tersebut, kalian dapat mencari beban asli dari bangunan, menghitung kebutuhan bahan dan lain sebagainya yang berkaitan dalam dunia konstruksi.

Oleh sebab itu, sebelum membangun rumah impian alangkah baiknya ketahui terlebih dahulu berat jenis batu pecah. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap seluk beluk batu pecah mulai dari ukuran, kelas agregat hingga berat jenisnya.

Fungsi Batu Pecah

Fungsi Batu Pecah

Seperti dijelaskan di atas, batu pecah merupakan salah satu material bangunan yang didapatkan dari proses pembelahan atau pemecahan batu berukuran besar menjadi ukuran kecil. Proses pembuatan tersebut dilakukan menggunakan mesin penghancur (crusher).

Umumnya batu pecah kerap digunakan sebagai bahan campuran dalam PONDASI AANSTAMPING ataupun pembuatan beton cor. Selain menggunakan batu pecah atau batu split, proses pembuatan beton cor juga membutuhkan material lainnya seperti pasir, semen serta air.

Ukuran Batu Pecah

Sebelum membahas berat jenis batu pecah lebih lanjut, sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai ukuran-ukurannya. Di Indonesia sendiri material tersebut tersedia dalam berbagai macam ukuran dengan fungsi berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan baik-baik daftar ukuran batu pecah di bawah ini.

  • Ukuran 0 – 5 mm.
  • Ukuran 5 – 10 mm.
  • Ukuran 10 – 20 mm.
  • Ukuran 20 – 30 mm.
  • Ukuran 30 – 50 mm.

Kelas Agregat Batu Pecah

Kelas Agregat Batu Pecah

Selain memiliki beragam ukuran, batu pecah juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis apabila dilihat dari segi kelas agregatnya. Terdapat 4 jenis kelas agregat batu split, di antaranya yaitu seperti berikut ini.

Batu Pecah Agregat A

Batu pecah agregat A berasal dari campuran batu split berukuran 10 – 20 mm, 20 – 30 mm serta 30 – 50 mm. Sebenarnya pencampuran bagan ini tidak memiliki standar komposisi baku sehingga dapat disesuaikan dengan peruntukannya. Batu pecah agregat A kerap digunakan sebagai bahan pengecoran dinding hingga campuran bahan beton cor.

Batu Pecah Agregat B

Untuk agregat B (sirtu) ini bahan campurannya hampir sama dengan agregat A, hanya saja jenis ini memiliki campuran tambahan komponen tanah. Batu pecah agregat B sering dimanfaatkan sebagai bahan timbunan awal pengeras jalan.

Batu Pecah Agregat C

Jenis agregat selanjutnya ini berasal dari campuran komponen tanah, abu batu, pasir serta batu split. Batu pecah agregat C juga sering disebut sebagai batu asalan yang berguna sebagai bahan timbunan untuk pengukuran lahan, reklamasi dan lain sebagainya.

Batu Gajah

Batu pecah jenis terakhir ini merupakan jenis batu dengan ukuran paling besar jika dibandingkan jenis lainnya. Batu gajah sering diaplikasikan sebagai penimbun lahan ataupun lokasi di dekat pantai. Selain itu, batu gajah juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan pembuat beton pemecah ombak hingga bahan reklamasi pantai.

Berat Jenis Batu Pecah

Berat Jenis Batu Pecah Semua Jenis

Setelah mengetahui semua ukuran dan jenis-jenis batu pecah, selanjutnya kalian juga harus mengerti berat jenis material tersebut. Berat jenis ialah perbandingan dari massa serta volume sebuah material. Oleh karena itu, berat jenis ini sangat dibutuhkan pada saat menghitung volume material tersebut.

Untuk material bahan bangunan batu pecah sendiri memiliki berat jenis 1.450 kg/m3. Dengan kata lain setiap volume satu meter kubik terdapat 1.450 kilogram batu pecah. Perlu diketahui, berat jenis batu pecah umumnya bisa di kontrol sehingga memiliki ukuran berat jenis konstan atau tetap.

Dengan mengetahui berat total suatu bangunan, maka kalian bisa merancang desain gedung atau rumah yang hendak didirikan secara detail dan benar. Sehingga bangunan tersebut tidak hanya memiliki bentuk indah saja, namun mempunyai tingkat keamanan terjamin.

Kelebihan dan Kekurangan Batu Pecah

Kelebihan dan Kekurangan

Setiap jenis material bahan bangunan tentunya memiliki karakteristik berbeda-beda, termasuk batu pecah. Sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli batu pecah untuk kebutuhan bangunan, di bawah ini akan kami berikan beberapa kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan

  • Batu pecah memiliki kualitas sangat bak jika digunakan sebagai pondasi menerus ataupun pondasi umpak.
  • Karena ukurannya cukup beragam, sehingga batu pecah dapat disesuaikan dengan lebar pondasi secara rapi.
  • Dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan konstruksi bangunan.
  • Harga batu pecah di pasaran sangat bervariasi, tergantung dengan jenisnya.

Kekurangan

  • Ketersediaan beberapa jenis batu pecah terkadang sulit untuk ditemukan.
  • Untuk jenis batu pecah ukuran paling kecil sangat mudah terbawa oleh angin ataupun air sehingga jumlahnya dapat berkurang.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan seputar berat jenis batu pecah untuk semua jenis dan ukurannya versi Epropertyrack. Dengan mengetahui berat jenis suatu material, kalian dapat mendesain struktur bangunan secara nyata, bukan hanya teori saja. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan gambaran ketika hendak membeli material batu pecah.

Tinggalkan komentar