Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

10 Komponen Wheel Loader : Fungsi, Kelebihan & Kekurangan

Komponen Wheel Loader

Komponen Wheel Loader – Di dalam proyek konstruksi pembangunan atau pertambangan biasanya membutuhkan berbagai macam jenis alat berat dengan fungsinya masing-masing. Salah satu jenis alat berat yang mungkin mempunyai peranan cukup penting saat hendak mengangkut dan memindahkan beragam material yaitu loader.

Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa loader ialah sebuah alat berat yang digunakan untuk memuat hasil galian ataupun timbunan dari alat lain guna dipindahkan ke alat pengangkut lain dengan jarak tidak terlalu jauh. Selain itu, loader juga sering dimanfaatkan untuk pekerjaan mengelupas tanah kemudian menghaluskan dan meratakannya kembali.

Untuk saat ini, loader dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu loader dengan rantai (crawler loader) dan loader dengan karet (wheel loader). Wheel loader sendiri mungkin menjadi salah satu jenis alat berat dengan fungsi pengangkut paling sering digunakan pada proyek-proyek konstruksi bangunan, entah itu dalam skala kecil ataupun besar.

Nah, jika kalian merupakan seorang operator alat berat yang mengemudikan wheel loader, ada baiknya pahami beberapa bagian-bagiannya. Oleh sebab itu, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai komponen wheel loader dilengkapi dengan fungsi serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pengertian Wheel Loader

Pengertian Alat Berat Wheel Loader

Sebelum pembahasan poin utama mengenai komponen wheel loader lebih lanjut, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu sekilas pengertiannya. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, wheel loader merupakan salah satu jenis alat berat mirip buldozer, tetapi menggunakan karet dan biasanya digunakan untuk memindahkan suatu material.

perkakas

Pada umumnya, wheel loader digunakan di daerah kerja yang rata, kering dan kokoh karena menggunakan roda karet serta mempunyai mobilitas tinggi yang bisa digerakkan leluasa membuat ruang gerak fleksibel yang tidak mampu dilakukan alat berat jenis lainnya. Biasanya wheel loader dimanfaatkan untuk memindahkan material dengan jarak tidak terlalu jauh.

Fungsi Wheel Loader

Secara garis besarnya, wheel loader berfungsi untuk mengangkat material guna dipindahkan ke tempat lain maupun dimasukkan ke dalam dump truck. Pada saat loader melakukan penggalian, maka bucket di dorong ke material. Jika bucket sudah penuh, maka traktor akan mundur kemudian bucket terangkat ke atas untuk dipindahkan materialnya.

Selain itu, wheel loader juga mempunyai beberapa fungsi ataupun kegunaan lainnya di dalam dunia konstruksi pembangunan ataupun pertambangan. Daripada penasaran, langsung saja simak baik-baik sejumlah fungsi wheel loader di bawah ini.

  • Menggusur tanah jarak dekat.
  • Meratakan gundukan atau timbunan tanah.
  • Mengisi lubang atau galian tanah.
  • Pengambilan atau persiapan bahan-bahan material dalam konstruksi bangunan.
  • Land clearing (proses pembersihan area atau lokasi pekerjaan).
  • Stripping (mengelupas bagian tanah yang terlihat jelek).
  • Finishing (proses meratakan ataupun menghaluskan permukaan tanah pada objek bidang rata).

Komponen Wheel Loader

Komponen Alat Berat Wheel Loader

Setelah mengetahui sekilas pengertian hingga fungsi wheel loader, maka selanjutnya kalian juga harus mengerti beberapa komponen ataupun bagian-bagiannya. Agar lebih jelasnya, di bawah ini akan kami bahas secara lengkap mengenai sejumlah komponen yang terdapat di dalam alat berat wheel loader beserta gambarnya.

1. Bucket

Komponen pertama di dalam wheel loader yaitu bucket. Dimana bucket merupakan perlengkapan yang mempunyai fungsi untuk menggali (digging) dan memuat (loading) material tanah, batu, kayu dan lain sebagainya. Terdapat beberapa jenis atau tipe bucket pada wheel loader, diantaranya yaitu seperti berikut ini.

  • Stockpille
    • Digunakan untuk memuat material-material timbunan (stockpille product) seperti crushed rock atau material konstruksi lainnya.
  • Excavating
    • Dipakai guna menggali dan memuat batu-batu bekas ledakan (balsed rock) atau tanah biasa dilengkapi beberapa komponen seperti flat blade, straight cutting edge serta mempunyai sifat kokoh dan anti aus.
  • Light Material Bucket
    • Dipergunakan untuk memuat material ringan (specific grafity di bawah 1.2t/m3) seperti salju, pupuk atau pakan ternak.
  • V-edge Type (Spade-nose Rock Bucket)
    • Dipakai untuk membuat batu bekas ledakan sehingga dirancang dengan cukup kokoh dan tahan terhadap keausan.
  • Skeleton Bucket
    • Digunakan untuk menggali dan memuat batu bekas ledakan atau cluser sehingga dirancang memiliki kisi-kisi berfungsi mengeluarkan tanah maupun batu kecil.
  • Side Dump Bucket
    • Komponen bucket tipe ini bisa membuang material dengan arah kedepan ataupun ke samping sehingga sangat cocok digunakan untuk pekerjaan konstruksi.
  • Multi Purpose Bucket
    • Tipe bucket serba guna yang bisa digunakan untuk beberapa variasi pekerjaan seperti scrapping, scoping hingga loading.

2. Tilt Lever

Tilt lever merupakan salah satu komponen wheel loader dengan fungsi sebagai garpu pemegang bucket. Dimana komponen tersebut juga berkaitan dengan power cylinder pada sistem hidrolik pada beberapa jenis alat berat.

3. Lift Cylinder

Sementara lift cylinder ialah komponen wheel loader yang berguna untuk meneruskan tenaga hidrolik menjadi gerakan maju mundur dalam memposisikan bucket, entah itu ke depan maupun ke belakang.

4. Lift Arm

Komponen wheel loader selanjutnya yaitu ada lift arm. Sesuai namanya, lift arem berfungsi untuk menggerakkan bucket naik dan turun, baik itu pada posisi lower, float ataupun raise.

5. Head Lamp

Head lamp menjadi salah satu komponen yang mempermudah mobilisasi atau perpindahan dan pergerakan alat berat. Selain itu, head lamp juga terhubung dengan sistem pemindah tenaga dalam meneruskan putaran dari mesin ke permukaan jalan.

6. Turn Signal Lamp

Melihat dari namanya pastinya kalian sudah mengetahui bahwa turn signal lamp berguna sebagai tanda isyarat kepada alat berat jenis lain, kendaraan hingga pekerja pada saat wheel loader akan berpindah posisi atau berbelok. Dengan kata lain, turn signal lamp sangat berkaitan dengan keamanan dan keselamatan kerja.

7. Front Wheel

Komponen wheel loader selanjutnya ini berfungsi untuk mempermudah mobilisasi atau perpindahan dan pergerakan dari sheel loader. Sama halnya seperti head lamp, front wheel juga terhubung dengan sistem pemindahan tenaga dalam meneruskan putaran dari mesin ke permukaan jalan.

8. Rear Wheel

Kemudian komponen wheel loader berikutnya berfungsi untuk mempermudah mobilisasi atau perpindahan dan pergerakan dari sheel loader. Dimana rear wheel atau roda belakang alat berat ini berhubungan langsung dengan mesin melalui sistem pemindah tenaga.

9. Engine

Tentunya engine menjadi komponen penting di dalam wheel loader. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya engine mempunyai kegunaan sebagai tenaga penggerak dari wheel loader sehingga memudahkan untuk berpindah posisi.

10. Kabin

Komponen terakhir dari wheel loader yaitu kabin. Dimana kabin sendiri dapat diartikan sebagai tempat kontrol dan kemudi dari alat berat tersebut. Selain itu, kabin juga mempunyai fungsi sebagai tempat duduk pengemudi.

Kelebihan dan Kekurangan Wheel Loader

Kelebihan dan Kekurangan Wheel Loader

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai sejumlah komponen atau bagian-bagian di dalam alat berat wheel loader. Sebagai informasi tambahan, kegiatan pemuatan dan pemindahan material ke dalam truk pada awalnya dilakukan oleh excavator.

Namun, munculnya wheel loader dengan kapasitas bucket yang lebih besar maka fungsi excavator dalam pekerjaan ini sudah tergantikan. Meskipun demikian, tetap saja bahwa wheel loader mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan, yaitu seperti di bawah ini.

1. Kelebihan

  • Mobilitas wheel loader tinggi.
  • Kemampuan manuver cukup baik pada daerah pemuatan (loading point).
  • Lebih jarang mengalami kerusakan karena terbuat dari bahan karet.

2. Kekurangan

  • Proses dumping terkadang miring dan tidak rata, tergantung pada kemampuan atau skill operator.
  • Menggunakan ban karet sehingga dibutuhkan adanya penggantian secara berkala pada saat kondisinya sudah aus.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar komponen wheel loader mulai dari pengertian, fungsi hingga kelebihan beserta kekurangannya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak memahami beberapa bagian-bagian ataupun komponen di dalam wheel loader.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.