Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Apa Itu Besi Beton : Karakteristik, Fungsi, Ukuran, Jenis & Kode

Apa Itu Besi Beton

Apa Itu Besi Beton – Dalam dunia konstruksi bangunan, popularitas besi sudah tidak perlu diragukan lagi. Dimana material tersebut mempunyai sifat kokoh dan tahan lama sehingga sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bangunan, baik itu rumah tinggal, gedung perkantoran, apartemen dan lain sebagainya.

Bagi orang yang bekerja di bidang properti bangunan, tentunya mereka sudah tidak asing lagi dengan nama besi beton. Umumnya material ini digunakan dalam pekerjaan penulangan konstruksi beton atau juga biasa disebut dengan nama beton bertulang.

Terlebih lagi saat ini sudah tersedia cukup banyak pilihan dimensi serta ukuran beton bertulang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Bahkan beberapa produsen bahan material konstruksi bangunan tersebut juga menyediakan ukuran secara custom sesuai pesanan konsumen.

Meskipun demikian, masih ada beberapa orang di luar sana khususnya yang awam di dunia konstruksi bangunan belum paham benar mengenai apa itu besi beton. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap apa itu besi beton mulai dari pengertian, fungsi, ukuran, jenis hingga kisaran harganya.

Apa Itu Besi Beton

Sebelum pembahasan mengenai jenis besi beton berlanjut, ada baiknya pahami terlebih dahulu apa itu definisi atau pengertiannya. Di dalam bahasa Inggris, material ini kerap disebut juga dengan nama steel bar atau steel rebar (recofering bar).

Karakteristik beton bertulang mengacu pada batang logam yang dimanfaatkan untuk memberikan dukungan tambahan pada struktur beton. Aertinya, besi tipe ini merupakan besi yang banyak digunakan untuk menjadi penulangan pada berbagai macam konstruksi beton.

Besi tulangan ini tersusun dari beberapa komposisi seperti sulphur, carbon, phosphorus serta bijih besi. Melalui beberapa campuran atau komposisi kandungan tersebut mampu menciptakan tingkat kekerasan pada material menjadi sangat tinggi.

Tujuan utama pemasakan besi beton yaitu untuk meningkatkan kekuatan tarik beton sehingga membantunya dalam menahan keretakan ataupun kepecahan. Adanya kekuatan daya tarik lebih besar ini membuat beton lebih mampu menahan putus di bawah tegangan.

Fungsi Besi Beton

Seperti dijelaskan sebelumnya, adanya pengecoran besi bertulang ke beton mampu membawa beban tarik serta meningkatkan kekuatan secara keseluruhan. Beton bertulang mempunyai fungsi sama, dimana baja memberikan kekuatan pada struktur beton.

Nantinya rebar bisa mendistribusikan berat dengan tujuan supaya setiap keretakan tidak mengakibatkan kerusakan struktural. Daripada penasaran apa saja fungsi steel rebar, sebaiknya simak baik-baik penjelasannya di bawah ini.

  • Penguatan primer (memberikan ketahanan untuk mendukung beban desain).
  • Penguatan sekunder (berguna sebagai daya tahan serta tujuan estetika dengan memberikan ketahanan lokal guna membatasi retak dan tegangan akibat suhu).
  • Memberikan ketahanan terhadap beban terkonsentrasi, lalu menyebarkannya melalui area lebih luas.
  • Batang pengikat baja eksternal guna membatasi serta memperkuat struktur pasangan bata, terkadang juga berfungsi sebagai sarana konservasi bangunan.
  • Pasangan bata bertulang (menampung tulangan untuk menahan beban tarik).

Jadi pada intinya, fungsi besi beton yaitu sebagai rangka utama dalam penyusunan struktur bangunan, entah itu bangunan sederhana ataupun bertingkat. Maka dari itu, tidak heran jika salah satu material bahan bangunan tersebut memegang peranan penting dalam berdirinya sebuah bangunan.

Ukuran Besi Beton

Setelah mengetahui apa itu besi beton dan apa saja fungsinya, selanjutnya kalian juga harus mengerti berapa dimensi serta ukuran standarnya. Mengacu pada peraturan SNI, proses pembuatan beton bertulang harus terhindar dari kandungan serpihan, awer retakan pada proses cenai.

Selain itu, SNI juga sudah menentukan spesifikasi rebar seperti jenis, ukuran, panjang, berat hingga toleransi standarnya. Sebagai contoh standar rebar yang telah ditentukan SNI yaitu antara 0.222 kg/m sampai 17.4 kg/m dengan toleransi maksimal 3.5% dari batasnya.

Sementara untuk ukuran standar besi beton sendiri sebenarnya tergantung pada jenisnya. Namun, umumnya di pasaran material bahan bangunan tersebut dijual dengan ukuran standar seperti panjang 12 meter serta diameter 6 mm hingga 32 mm.

Jenis Besi Beton

Jika dilihat dari segi prinsipnya, besi beton terbagi menjadi 2 jenis, yaitu beton polos serta beton ulir. Dimana masing-masing tipe rebar tersebut juga mempunyai namanya sendiri, yakni plain bar (beton polos) dan plain bar (beton ulir).

Secara garis besar, beton polos mempunyai penambang bundar, permukaannya terlihat lebih baik atau lumayan licin dan pastinya tidak mempunyai motif. Sementara beton ulir memiliki permukaan bersirip melintang ataupun mempunyai pola rusuk memanjang dengan bentuk tertentu.

Daripada penasaran apa saja perbedaan kedua jenis besi beton tersebut, ada baiknya perhatikan baik-baik pembahasannya berikut ini.

Besi Beton Polos

Besi Beton Polos

Beton polos atau plain bar merupakan salah satu tipe material besi dengan karakteristik permukaan mulus dan licin. Apabila diperhatikan dari penampangnya, tipe besi ini mempunyai bentuk bundar mulus. Besi tipe polos dinilai memiliki daya ikat lebih baik ketimbang coran beton.

Biasanya beton polos sangat mudah ditemukan di pasaran, baik itu di toko-toko bangunan ataupun material sehingga kalian tidak perlu kesusahan untuk mencarinya. Jika dilihat dari segi penggunaannya, rebar tipe polos sering digunakan untuk mengikat beberapa batang besi di dalam suatu bidang konstruksi.

Besi Beton Ulir

Besi Beton Ulir

Tipe selanjutnya yaitu deformed bar atau beton ulir. Untuk besi tipe ini dikenal berbentuk tonjolan lancip dan hampir mirip seperti sirip di seluruh permukaannya. Melalui bentuk seperti itu membuat beton ulir mempunyai daya ikat cukup tinggi.

Ketika seseorang hendak mendapatkan material beton ulir, biasanya mereka perlu memesannya terlebih dahulu. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya beton ulir kebanyakan dijual dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan konstruksi ataupun distributor.

Perlu diketahui, beton berulang ulir ini termasuk ke dalam jenis besi dengan sifat kurang lentur sehingga sulit untuk dibengkokan. Oleh karena itu, beberapa orang menganggap bahwa proses pemasangannya akan membutuhkan waktu serta tenaga lebih.

Kode Besi Beton

Jika di atas dijelaskan apa saja jenis besi beton jika dilihat dari prinsipnya, maka kali ini kami akan menjelaskan versi beton bertulang jika dilihat dari kodenya, yakni kode BjTD serta BjTP. Dimana kode tersebut nantinya akan menandakan perbedaan spesifikasi beserta fungsi beton bertulang.

BjTD (Baja Tulang Deform) ialah jenis besi bertekstur kasar, sementara BjTP (Baja Tulang Polos) berarti tipe besi bertekstur polos. Namun, pada intinya kedua tipe beton tersebut mempunyai keistimewaan serupa dari segi manfaat ataupun kegunaannya.

Biasanya kode beton betulang tersebut akan menandakan jenis serta warnanya. Supaya lebih jelas, di bawah ini akan kami berikan beberapa kode beton bertulang beserta warnanya.

  • Besi BjTP 24 berwarna hitam.
  • Besi BjTP 30 & BjTD 30 berwarna biru.
  • Besi BjTD 35 berwarna merah.
  • Besi BjTd 40 berwarna kuning.
  • Besi BjTD 50 berwarna hijau.

Tabel Berat Besi Beton

Sebenarnya, material besi beton juga tentunya mempunyai berat bervariasi sesuai diameter serta panjangnya. Meskipun demikian, untuk beton polos dan ulir biasanya beratnya tidak akan jauh berbeda. Berikut adalah tabel berat rebar, baik itu polos ataupun ulir.

Berat Besi Polos

Diameter (mm)Panjang (m)Berat (kg)
6122.66
8124.74
10127.4
121210.7
141214.5
161219
191226.8
221235.81
251246.24

Berat Besi Ulir

Diameter (mm)Panjang (m)Berat (kg)
10127.4
131212.5
161219
191226.8
221235.8
251246.2
291262.28
321275.77

Keistimewaan Besi Beton

Mungkin beberapa orang menganggap bahwa 2 jenis rebar akan mempunyai karakteristik berbeda. Padahal sebenarnya kedua tipe besi tersebut mempunyai keistimewaan serupa. Adapun sejumlah keistimewaan material besi bertulang tersebut diantaranya yaitu seperti di bawah ini.

  • Pemasangan mudah karena menggunakan fabrikasi bengkel.
  • Besi bersifat homogen sehingga kualitas serta mutu bahannya sudah terjamin.
  • Mempunyai tingkat deformasi cukup baik walaupun dalam tegangan tinggi sehingga membuat bangunan tidak akan roboh.
  • Mudah dipotong dan disambung melalui proses pengelasan.
  • Besi bekas bisa didaur ulang sehingga bisa digunakan kembali.
  • Jika proses perawatannya tepat, besi bisa bertahan sangat lama tanpa mengalami penurunan kualitas.

Kisaran Harga Besi Beton

Sebagai informasi tambahan, biasanya material besi beton dijual dengan satuan per batang di pasaran. Maka dari itu, ukuran beserta dimensi terutama diameter sebenarnya akan sangat mempengaruhi besaran harga besi. Bahkan, antar produsen-produsen beton bertulang juga bisa saja memiliki selisih perbedaan harga.

Selain itu, tipe serta merk besi juga nantinya berpengaruh terhadap harga material di pasaran. Sebagai contoh ukuran beton bertulang berdiameter 3.8 mm sampai 18.8 mm di banderol dengan harga mulai dari Rp 11.000 sampai Rp 218.000 per batangnya. Selain itu,

Cara Memilih Besi Beton

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai apa itu besi beton, karakteristik, fungsi, ukuran, dimensi hingga kisaran harganya di pasaran. Kemudian kalian juga sebenarnya harus mengerti bagaimana cara yang benar dalam memilih material tersebut.

Pastinya pemilihan beton bertulang harus dilakukan secara cermat dan teliti supaya kalian bisa mendapatkan material berkualitas. Agar lebih jelasnya, di bawah ini akan kami bahas seputar cara memilih beton bertulang berkualitas di pasaran.

  • Pastikan jenis beton terlebih dahulu sesuai kebutuhan pengaplikasiannya.
  • Pilih merk besi berkualitas yang sudah banyak dipercaya oleh orang serta sudah digunakan oleh berbagai macam proyek konstruksi.
  • Cermati soal harga masing-masing merk besi.
  • Kalian bisa melakukan perbandingan harga besi dengan cara mengunjungi beberapa toko bangunan atau material.
  • Perhatikan ukuran diameter dan panjang besi supaya kekuatan tegangan yang nantinya akan dihasilkan dapat sesuai kebutuhan.

Pemilihan material bangunan khususnya beton bertulang memang tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau asal-asalan. Hal tersebut dikarenakan kualitas besi akan sangat mempengaruhi daya tahan, kekuatan sampai keamanan pada sebuah bangunan.

Akhir Kata

Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa saat ini di Indonesia terdapat 2 jenis besi beton atau beton bertulang. Dimana kedua tipe besi tersebut sebenarnya mempunyai keistimewaan tersendiri di dalam dunia konstruksi, terutama untuk membuat bangunan menjadi semakin kokoh dan kuat.

Demikian sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar apa itu besi beton mulai dari pengertian, apa saja fungsinya, berapa ukurannya, jenis, arti kode hingga kisaran harganya di pasaran. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum mengunakan beton bertulang untuk kebutuhan konstruksi bangunan.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *