√ Apa Itu Aanstamping : Fungsi, Ukuran, Cara Hitung & Pemasangan

Apa Itu Aanstamping – Pondasi sebuah bangunan umumnya terbagi menjadi beberapa bagian atau lapisan, termasuk pondasi batu kali. Bagian-bagian tersebut biasanya diawali dengan lapisan pasir urug, lalu aanstamping sebagai bagian badan berupa pondasi batu belah.

Mungkin bagi sebagian besar orang yang awam di dunia konstruksi bangunan merasa asing dengan nama aanstamping. Konstruksi tersebut juga dikenal dengan sebutan aanstampang atau susunan batu kosong yang berfungsi sebagai drainase untuk mengeringkan air tanah yang terdapat di sekitar pondasinya.

Karena fungsinya itulah membuat struktur aanstampang penting untuk diperhatikan ketika kalian hendak membangun hunian, terutama bangunan yang menggunakan PONDASI TURAP BATU KALI. Namun, sebagian besar orang belum mengerti kegunaan serta bagaimana cara menghitung kebutuhannya.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap seluk beluk aanstamping mulai dari pengertian, fungsi, ukuran hingga cara perhitungannya. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja perhatikan baik-baik penjelasan mengenai apa itu aanstamping di bawah ini.

Apa Itu Aanstamping

Apa Itu Aanstamping (Pengertian)

Seperti dijelaskan di atas, aanstamping ialah salah satu bagian terpenting dalam sebuah alas bangunan. Konstruksi tersebut merupakan susunan batu-batu di atas lapisan pasir urug dengan tinggi kurang lebih 20 cm sampai 25 cm serta panjangnya mengikuti pondasinya.

Di dalam dunia konstruksi bangunan, aanstampang kerap disebut dengan nama batu kosong. Pekerjaan pemasangan batuan kosong tersebut bisanya digantikan beton cor bahkan terkadang pada rumah tinggal pribadi umumnya tidak menggunakan struktur tersebut karena alasan menambah biaya pondasinya.

Fungsi Aanstamping

Sebagaimana diketahui, aanstamping berguna untuk menyerap beban lalu menyebarkannya ke bawah, sehingga pondasinya bisa mendapatkan beban yang lebih besar. Disamping itu, bagian struktur bangunan tersebut juga berperan sebagai rol sehingga kekakuan akibat reaksi gempa dapat dihindari.

Dengan kata lain, penerapan batuan kosong ini bertujuan agar menambah kekuatan pondasinya sehingga konstruksi di atasnya lebih kokoh. Oleh karena itu, ketika hendak membangun sebuah rumah tinggal sebaiknya konstruksi fondasi dilengkapi dengan aanstampang agar hunian tahan lama serta tidak mudah roboh.

Ukuran Aanstamping

Ukuran Aanstamping

Setelah mengetahui apa itu aanstamping dan apa saja fungsinya, kalian juga harus mengerti berapa ukuran standarnya. Umumnya pasangan batuan kosong pada pondasi memiliki tinggi 20 cm sampai 25 cm dengan lebar atau tebal kurang lebih 10 cm di kiri dan kanan pondasinya.

Untuk panjangnya sendiri dapat disamakan sesuai panjang fondasi batuan kali ataupun belah. Pada sela-sela aanstampang dapat diisi menggunakan pasir urug secukupnya, lalu disiram air sampai penuh kemudian ditumbuk hingga padat merata.

Cara Menghitung Volume Kebutuhan

Cara Menghitung Volume Kebutuhan

Pada dasarnya cara menghitung volume aanstamping ini hampir sama ketika sedang menghitung kebutuhan pasir bawah pondasinya. Rumusnya yaitu lebar bawah galian x tinggi aanstamping x panjang keseluruhan pondasi. Sebagai contoh, kalian akan membuat pondasi dengan volume seperti berikut ini.

  • Lebar bawah galian : 1 m
  • Tinggi aanstamping : 0,2 m
  • Panjang pondasi : 29 m

Perhitungan total volume kebutuhan aanstamping yaitu 1 m x 0,2 m x 29 m = 5,8 m3. Jadi, untuk pondasi batu-batu kali sepanjang 29 meter membutuhkan pasangan batu kosong sekitar 5,8 meter kubik.

Cara Pemasangan Aanstamping

Cara Pemasangan Aanstamping

Selain mengetahui cara menghitung volume kebutuhan aanstamping, kalian juga harus mengerti bagaimana tata cara pamasangannya serta apa saja material-materialnya. Sebenarnya proses pemasangan batu kosong terbilang cukup sederhana, di antaranya yaitu seperti berikut ini.

1. Peletakkan Pasir Urug

Langkah pertama yaitu peletakkan pasir urug di atas galian tanah pondasinya. Kalian bisa meletakkan pasir urug dengan ukuran ketebalan mulai dari 5 cm hingga 10 cm.

2. Susun Batu Belah

Kemudian susun batu-batu belah berukuran 15 cm atau 20 cm di atas pasir urug sebelumnya. Sebaiknya susun batuan itu setinggi 20 cm hingga 25 cm tanpa diberi campuran adukan semen serta pasir.

3. Isi Rongga Batu

Setelah itu, isikan pasir pada celah-celah kosong tersebut sehingga tidak ada rongga antar batu-batunya. Terakhir siram pasangan aanstampang menggunakan air secukupnya.

Kelebihan dan Kekurangan Aanstamping

Di atas sudah kami jelaskan secara lengkap mengenai apa itu aanstamping serta apa saja fungsinya. Sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakan konstruksi tersebut, di bawah ini akan kami berikan beberapa kelebihan hingga kekurangannya.

Kelebihan

  • Mampu membuat alas bangunan menjadi semakin kuat.
  • Memudahkan para tukang atau pekerja pada saat proses pemasangan batuan pondasinya.
  • Meminimalisir terjadinya gerusan pada tanah akibat gempa.
  • Mampu menyerap beban dan menyebarkannya ke bawah.

Kekurangan

  • Jika fondasi bangunan panjang, maka pemasangan aanstampang akan memakan waktu.
  • Membutuhkan biaya tambahan untuk pembelian material serta ongkos tukang.

Akhir Kata

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan aanstamping pada rumah tinggal ini sangat disarankan. Hal tersebut bertujuan agar nantinya pondasi hunian kuat dan kokoh sehingga mampu menopang beban berat di atasnya.

Itulah sekiranya penjelasan seputar apa itu aanstamping, apa saja fungsinya serta bagaimana cara menghitung kebutuhan hingga langkah-langkah pemasangannya versi Epropertyrack. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan bahan pertimbangan ketika hendak membangun rumah impian.

Tinggalkan komentar