Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Apa Itu HIRADC ? Tujuan, Pelaksanaan, Cara Membuat & Contoh

Apa Itu HIRADC

Apa Itu HIRADC – HIRADC merupakan sebuah singkatan dari Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control. Dimana di dalam pengertiannya sendiri menjelaskan bahwa HIRADC ialah sebuah teknik manajemen keselamatan dan merupakan proses identifikasi bahaya yang bisa terjadi dalam aktivitas rutin maupun non rutin.

Pada proses tersebut, perusahaan nantinya harus menetapkan, membuat, menerapkan dan memelihara prosedur guna melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan menentukan pengendalian bahaya serta risiko yang dibutuhkan. Maka dari itu, teknik atau metode ini sangat penting untuk diperhatikan pada sebuah perusahaan.

Salah satu keuntungan bisa didapatkan oleh perusahaan ketika menerapkan HIRADC yaitu menjadi lebih paham tentang tahapan kerja beserta bahaya di area kerja. Sehingga nantinya peluang terjadinya kecelakaan pada saat proses pengerjaan sebuah proyek sedang berlangsung bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Namun sayangnya, masih ada sebagian besar orang di luar sana merasa kebingungan mengenai bagaimana tata cara menyusun ataupun membuat manajemen keselamatan kerja tersebut. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai apa itu HIRADC dilengkapi tujuan, proses pelaksanaan, cara membuat hingga contohnya.

Apa Itu HIRADC ?

Pengertian HIRADC

Perlu diketahui, di Indonesia sendiri HIRADC juga biasa disebut sebagai risk assessment atau identifikasi baja dan aspek K3L. Secara garis besarnya, metode tersebut mewajibkan sebuah organisasi untuk menetapkan, membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan menentukan pengendalian bahaya serta risiko yang diperlukan.

Jadi, HIRADC dapat diartikan sebagai metode penilaian risiko dari sebuah pekerjaan yang ada di suatu perusahaan sehingga dapat memperoleh gambaran prioritas pekerjaan mana dulu harus dikendalikan bahayanya. Tentunya hal tersebut bersinggungan dengan pembiayaan, dimana biaya untuk K3 dalam suatu perusahaan sendiri biasanya terbatas.

Maka dari itu, sebagai ahli K3 maka kalian harus mengetahui hal mana harus menjadi prioritas dengan tingkat risiko tertinggi. Namun, perlu diingat bahwa HIRADC sendiri berbeda dengan JSA atau Job Safety Analysis. Pasalnya, JSA merupakan sebuah metode untuk mendeskripsikan bahaya dan risiko dari suatu pekerjaan dengan penjelasan secara mendetail step per step pekerjaannya.

Tujuan HIRADC

Setelah mengetahui apa itu HIRADC, maka selanjutnya kalian juga harus mengerti apa saja tujuannya. Sesuai namanya, terdapat 3 fungsi metode atau teknik keselamatan tersebut, yaitu Hazard, Risk serta Control. Adapun penjelasan masing-masing tujuan HIRADC tersebut diantaranya yaitu seperti di bawah ini.

  • Hazard (Bahaya)
    • Mengidentifikasi semua faktor maupun penyebab bisa membahayakan tenaga kerja serta orang lain di lingkungan tempat kerja.
  • Risk (Risiko)
    • Bisa mempertimbangkan kemungkinan akan adanya bahaya yang sebenarnya dapat menimpa siapa saja dalam suatu kasus tertentu serta dampak atau konsekuensi yang mungkin muncul.
  • Control (Pengawasan)
    • Memungkinkan seorang pengusaha atau sebuah perusahaan bisa merencanakan, memperkenalkan serta memantau tindakan pengendalian untuk memastikan bahwa risiko yang dapat timbul telah di kontrol secara menyeluruh setiap waktu.

Pelaksanaan HIRADC

Selain harus mengetahui apa itu HIRADC dari segi pengertian dan apa saja tujuannya, kalian juga pastinya harus mengerti bagaimana proses pelaksanaannya. Akan tetapi, di dalam proses pelaksanaannya sendiri terdapat beberapa hal penting harus diperhatikan. Daripada penasaran, berikut akan kami jelaskan sejumlah hal penting di dalam pelaksanaan HIRADC.

  • Hazard atau bahaya.
  • Risiko.
  • Penentuan pengendalian bahaya dan risiko (dalam hal ini harus dipertimbangkan pula tingkat hierarki dari pengendalian, eliminasi, substitusi, isolasi serta engineering control sekaligus).
  • Perubahan ketentuan yang diinformasikan oleh pihak manajemen.
  • Pencatatan serta dokumentasi dari kegiatan HIRADC.
  • Tinjauan yang berkaitan atau berkelanjutan.

Cara Membuat HIRADC

Cara Membuat HIRADC

Dari penjelasan mengenai apa itu HIRADC di atas dapat disimpulkan bahwa HIRADC merupakan sebuah prosedur keselamatan yang harus direncanakan oleh sebuah perusahaan kepada para pekerjanya, termasuk operator alat berat. Dimana teknik tersebut harus dibuat dengan tujuan untuk menghindari bahaya, risiko serta melakukan pengawasan.

Di dalam proses pembuatannya, sebenarnya terdapat beberapa tahapan atau alur harus dilalui. Oleh karena itu, sebagai bahan gambaran berikut akan kami jelaskan secara lengkap mengenai tata cara membuat HIRADC berdasarkan standar K3.

  1. Menentukan jenis pekerjaan.
  2. Membuat potensi bahaya beserta risikonya.
  3. Berikan penilaian.
  4. Membuat pemetaan risiko.
  5. Pengendalian risiko.

Contoh HIRADC

Kurang lengkap rasanya apabila kalian sudah mengerti apa itu HIRADC, apa saja tujuannya hingga bagaimana cara membuatnya, namun belum mengetahui bagaimana contohnya. Di dalam contoh HIRADC yang termaktub dalam penjelasan aturan OHSAS 18001 : 2007, dijelaskan beberapa item-item penting di dalamnya, diantaranya yaitu seperti di bawah ini.

  • Kegiatan rutin yang berhubungan dengan operasional organisasi atau perusahaan serta kegiatan non rutin. Dimana kegiatan non rutin sendiri diantaranya yaitu seperti keadaan darurat, bencana alam, pemeliharaan di luar jadwal, pengoperasian mesin, kegiatan pembersihan, visit client dan kondisi lain yang memang tidak secara rutin dilakukan oleh organisasi.
  • Seluruh kegiatan memungkinkan seluruh pekerja maupun orang mempunyai akses masuk di area kerja termasuk tamu dan client.
  • Perilaku, kemampuan serta faktor manusia seperti kesalahan, sifat dan kebiasaan mereka.
  • Bahaya berasal dari luar tempat kerja dan bisa menimbulkan berbagai macam efek buruk kesehatan serta berkaitan dengan keselamatan kerja di organisasi atau perusahaan tersebut.
  • Hazard atau bahaya yang timbul dari kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun aktivitas di bawah kontrol dan kendali di lingkungan kerja maupun organisasi.
  • Infrastruktur, sarana, prasarana, peralatan dan berbagai komponen material di tempat kerja yang sudah disediakan oleh pihak luar ataupun organisasi terkait.
  • Perubahan atau berbagai macam rencana perubahan pada organisasi dan perusahaan, kegiaran dan berbagai bahan yang digunakan.
  • Modifikasi dari SMK3 entah itu bersifat sementara maupun permanen.
  • Segala macam peraturan bersifat mengikat dan berkaitan dengan penilaian risiko beserta berbagai macam model pengendalian.
  • Desain area kerja, proses, instalasi, mesin hingga peralatan juga termasuk kemampuan adaptasi dari pekerja atau manusia.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar apa itu HIRADC mulai dari pengertian, tujuan, cara membuat hingga beberapa contohnya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak mencari tahu tentang seluk beluk mengenai HIRADC.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.