Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

5 Cara Menghitung Tarif PDAM Per Kubik Sesuai Golongan 2022

Cara Menghitung Tarif PDAM

Cara Menghitung Tarif PDAM – Sama halnya seperti listrik, air merupakan salah satu jenis kebutuhan utama masyarakat Indonesia dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Saat ini sudah cukup banyak masyarakat yang menggunakan layanan PDAM untuk memenuhi kebutuhan sumber air bersih di dalam rumahnya.

Seperti diketahui, dengan menggunakan layanan PDAM tentunya sebagai pelanggan kalian mempunyai kewajiban untuk membayar tagihan di setiap bulannya. Akan tetapi, pastinya lembaga penyedia PDAM di semua provinsi dan kabupaten atau kota madya di tanah air mempunyai ketentuan mengenai tarif yang berbeda-beda.

Namun, salah satu masalah yang seringkali dialami oleh pelanggan atau konsumen PDAM yaitu tagihan bulanan yang mendadak naik, meskipun penggunaannya masih sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Maka dari itu, dengan mengetahui bagaimana perhitungan tarif PDAM akan membantu kalian terhindar dari situasi tersebut.

Secara garis besarnya, perhitungan tarif penggunaan air PDAM sebenarnya cukup mudah dilakukan, asalkan mengetahui tahapan-tahapannya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai tata cara menghitung tarif PDAM menggunakan rumus untuk semua daerah di Indonesia.

Golongan Tarif PDAM

Sebelum membahas poin utama mengenai cara menghitung tarif PDAM lebih dalam, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu bagaimana sistem pembayarannya. Perlu diketahui, saat ini pihak penyedia PDAM di seluruh wilayah Indonesia menggunakan penggolongan pelanggan.

Dimana penggolongan pelanggan tersebut digunakan untuk menentukan besaran tarif yang dikenakan pada konsumen per kubiknya. Adapun golongan pelanggan PDAM tersebut terdiri dari 1A, 1B hingga 4A dan 4B. Pembagian golongan tersebut juga bisa berdasarkan kelompok seperti rumah tangga, perusahaan niaga, industri serta golongan sosial.

Sebagai informasi tambahan, semakin tinggi penggunaan air setiap bulannya, maka akan semakin besar pula tarif dasar yang harus dibayarkan. Di samping itu, harga PDAM per m3 juga biasanya akan berbeda di masing-masing kota dan wilayah.

Untuk masyarakat menengah sendiri biasanya masuk ke dalam kelompok 2A3 (rumah tangga menengah). Sebagai bahan pertimbangan, di bawah ini akan kami berikan tarif beban tetap untuk kelompok 2A3 di daerah ibukota DKI Jakarta.

Pemakaian (M3)Tarif
0 – 10Rp 4.900
11 – 20Rp 6.000
20Rp 7.450

Catatan : Tarif di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan dan peraturan pemerintah Indonesia.

Cara Membaca Meteran PDAM

Cara Membaca Meteran PDAM

Ketika hendak menghitung tarif penggunaan layanan PDAM, tentunya sebagai pelanggan kalian perlu memahami bagaimana cara membaca meterannya. Pasalnya, melalui meteran PDAM tersebut kalian bisa mengetahui jumlah penggunaan setiap bulannya di rumah.

Di Indonesia sendiri, terdapat cukup banyak jenis meteran air yang digunakan oleh perusahaan penyedia jasa air bersih, mulai dari meteran digital, mekanikal hingga modbus. Namun, untuk kebutuhan penggunaan rumah tangga, biasanya menggunakan jenis meteran mekanikal.

Cara membaca meteran PDAM jenis mekanikal sendiri sebenarnya cukup mudah, kalian hanya perlu melihat angka yang tertera di meteran yang terdiri dari warna merah dan hitam. Dimana warna hitam merujuk pada jumlah pemakaian dalam meter kubik, sementara warna merah menunjukan satuan liter serta untuk menguji meteran.

Cara Menghitung Tarif PDAM

Setelah mengetahui berapa tarif dasar golongan PDAM hingga cara membaca meterannya, selanjutnya kalian juga harus mengerti bagaimana tata cara menghitungnya. Seperti sudah kami singgung sebelumnya, penggunaan dapat dilihat dari meteran PDAM itu sendiri.

Sebagai contoh penggunaan air bersih dari layanan PDAM di rumah sebesar 20 m3, maka dalam cara menghitung tarif atau tagihan PDAM dalam sebulan yaitu akan seperti di bawah ini.

Diketahui :

  • Penggunaan PDAM satu bulan : 20 m3.
  • Biaya beban tetap PDAM : Rp 7.450.

Perhitungan :

  • Biaya pemakaian PDAM : Penggunaan 1 bulan x Tarif beban tetap PDAM.
  • Biaya pemakaian PDAM : 20 m3 x Rp 7.450 = Rp 149.000.
  • Biaya pemeliharaan meteran PDAM : Rp 4.400 (penentuan tarif bisa berbeda-beda disetiap daerah).
  • PPN : Rp 1.195.
  • Biaya materai : Rp 3.000.
  • Total tagihan bulanan : Rp 157.595.

Dari tata cara menghitung tarif PDAM di atas, maka total biaya yang perlu dipersiapkan untuk penggunaan air bersih sebanyak 20 m3 yaitu sekitar Rp 157.595. Sebagai informasi tambahan, sebenarnya perhitungan tarif PDAM tersebut sangat penting untuk dilakukan ketika kalian hendak memasang sistem saluran air, termasuk pemasangan toren air supaya biaya pembangunannya tidak membengkak.

Tips Mengatasi Tagihan PDAM Membengkak

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai cara menghitung tarif PDAM per bulan sesuai dengan tarif beban tetap per golongannya. Nah, jika memang tagihan air PDAM bulanan membengkak karena penggunaan terlalu berlebihan, sebaiknya ikuti beberapa tips jitu mengatasinya berikut ini.

  • Matikan kran setelah digunakan.
  • Atur waktu mencuci pakaian.
  • Rutin mengecek meteran PDAM.
  • Menggunakan air bekas.
  • Gunakan gayung saat menyiram.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar cara menghitung tarif PDAM menggunakan rumus sesuai dengan tarif beban tetap per golongannya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak menghitung tagihan bulanan air PDAM.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.