Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

2 Cara Menghitung Kebutuhan PK AC Sesuai Ukuran Ruangan!

Cara Menghitung Kebutuhan PK AC

Cara Menghitung Kebutuhan PK AC – Rumah ataupun ruangan yang sejuk memang bisa menimbulkan kenyamanan dalam menghuni rumah tinggal. Dimana saat ini berbagai macam cara bisa dilakukan untuk mendapatkan udara sejuk dan segar di dalam rumah, mulai dari meninggikan plafon atau langit-langit rumah hingga memasang air conditioner (AC).

Berbicara mengenai AC sebagai pendingin udara elektronik, sebenarnya pembelian dan pemasangannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya jika tidak ada perhitungan kebutuhan AC sebelum memasangnya, maka bisa berakibat ruangan tetap tidak terasa dingin atau bahkan terlalu dingin.

perkakas

Di dalam dunia konstruksi ataupun properti sendiri, sebenarnya terdapat sebuah rumus khusus yang bisa digunakan untuk menghitung dan memilih PK AC yang pas pada sebuah hunian. Dengan mengetahui ukuran PK AC pada ruangan tersebut membuat komponen elektronik ini mampu memberikan kinerja maksimalnya.

Maka dari itu, apabila diantara kalian berencana membeli dan memasang AC di dalam rumah, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu bagaimana cara menghitung kebutuhan ukurannya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai cara menghitung kebutuhan PK AC semua jenis menggunakan rumus.

Apa Itu PK AC?

Apa Itu PK AC

Sebelum pembahasan poin utama mengenai cara menghitung kebutuhan PK AC lebih lanjut, sebaiknya pahami terlebih dahulu sekilas pengertiannya. Secara garis besarnya, PK (Paard Kracht atau horse power) merupakan tenaga kuda dari pendingin ruangan atau AC.

Sebagaimana diketahui, AC sendiri terdiri dari berbagai macam PK yang penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya. Dimana menentukan PK AC sesuai ruangan pastinya harus merujuk pada kemampuan beban listrik yang menanggungnya.

Tujuannya yaitu supaya daya listrik tidak berlebihan, memperpanjang masa pemakaian AC, menghindari berbagai macam kerusakan serta menyesuaikan dengan kebutuhan. Pasalnya, jika penggunaan PK AC tidak sesuai, maka akan berdampak pada optimasi suhu dan kinerja AC.

Nilai Daya Pendingin AC

Perlu diketahui, di Indonesia sendiri sudah tersedia cukup banyak jenis dan merk AC yang beredar di pasaran. Dimana masing-masing jenis AC tersebut pastinya mempunyai ukuran PK beserta nilai daya pendingin cukup berbeda-beda. Oleh karena itu, sebagai bahan gambaran, berikut kami berikan standari nilai daya pendingin PK AC.

  • AC ½ PK = +/- 5000 BTU/h.
  • AC ¾ PK = +/- 7000 BTU/h.
  • AC 1 PK = +/- 9000 BTU/h.
  • AC 1 ½ PK = +/- 12000 BTU/h.
  • AC 2 PK = +/- 18000 BTU/h.

Catatan : BTU/h (british thermal unit per hour) merupakan satuan unit yang menentukan kapasitas dan daya AC untuk dapat mengurangi panas serta mendinginkan ruangan dalam kurun waktu selama 1 jam, dengan luas dan kondisi tertentu.

Rumus Menghitung Kebutuhan PK AC

Ketika hendak mengetahui bagaimana tata cara menghitung kebutuhan ukuran PK AC, tentunya kalian juga harus mengerti apa rumus perhitungannya. Sebagai informasi tambahan, sebenarnya saat ini tersedia cukup rumus yang bisa digunakan untuk menghitung ukuran PK AC di rumah.

Dimana penggunaan rumus tersebut nantinya bertujuan agar hasil akhir perhitungan bisa lebih akurat. Daripada penasaran, langsung saja perhatikan baik-baik rumus menghitung kebutuhan PK AC untuk semua jenis dan merk di bawah ini.

Kebutuhan PK AC dalam BTU = (P x T x l x L x E) ÷ 60

Keterangan :

  • P : Panjang ruangan (dalam satuan kaki atau feet).
  • T : Tingi ruangan (dalam satuan kaki atau feet).
  • l : 10 untuk ruangan berinsulasi (terhimpit ruangan lain atau berada di lantai bawah), 18 untuk ruangan tidak berinsulasi (ruangan di lantai atas).
  • L : Lebar ruangan (dalam satuan kaki atau feet).
  • E : Nilai berdasarkan arah hadap dinding terpanjang, 16 (hadap utara), 17 (hadap timur), 18 (hadap selatan) dan 20 (hadap timur).

Cara Menghitung Kebutuhan PK AC

Setelah mengetahui sekilas pengertian, nilai standar daya pendingin hingga rumus perhitungan kebutuhan ukuran PK AC, selanjutnya kalian tinggal memahami bagaimana tata cara menghitungnya. Pada dasarnya, langkah-langkah menghitung kebutuhan PK AC sebenarnya cukup mudah, asalkan memahami bagaimana rumusnya.

Sebagai contoh kalian akan memasang AC pada ruangan berukuran panjang 6 m (20 kaki), lebar 3 m (10 kaki), tinggi 3 m (10 kaki), ruangan tidak berinsulasi dan dinding yang paling panjang menghadap ke selatan, maka tata cara menghitung total kebutuhan PK AC tersebut diantaranya yaitu seperti berikut ini.

Diketahui :

  • P = 20 kaki.
  • T = 10 kaki.
  • L = 10 kaki.
  • l = 18.
  • E = 18.

Perhitungan :

  • Kebutuhan PK AC = (P x T x l x L x E) ÷ 60.
  • Kebutuhan PK AC = (20 x 10 x 18 x 10 x 18) ÷ 60.
  • Kebutuhan PK AC = 648.000 ÷ 60.
  • Kebutuhan PK AC = 10.800 BTU/h (AC 1 PK).

Dari cara atau data perhitungan di atas, maka untuk ruangan berukuran panjang 6 meter, lebar 3 meter serta tinggi 3 meter dan tidak berinsulasi bisa menggunakan AC dengan ukuran 1 PK saja. Apabila ingin hasil lebih akurat lagi, sebaiknya tanyakan kepada para kontraktor pemasangan AC rumah yang sudah berpengalaman.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar cara menghitung kebutuhan PK AC menggunakan rumus untuk semua jenis dan merk. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak memasang AC untuk memenuhi kebutuhan pendingin udara di dalam rumah tinggal.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.