Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Spandek – Sebagaimana diketahui, sebuah bangunan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu struktur bagian bawah (pondasi), struktur kolom hingga struktur atap. Ketiga struktur tersebut memiliki peran penting terhadap berdirinya suatu bangunan, termasuk konstruksi atap.

Seiring dengan berkembang pesatnya teknologi, di Indonesia sendiri saat ini sudah tersedia cukup banyak jenis-jenis atap rumah yang dapat dipilih sesuai kebutuhan serta keinginan pemiliknya. Salah satu jenis bahan atap yang kerap digunakan sebagai material struktur atap yaitu spandek.

Atap spandek ialah jenis atap rumah yang terbuat dari bahan campuran 55% aluminium serta 43% seng. Salah satu alasan mengapa jenis atap spandek memiliki banyak peminat dibandingkan jenis atap lainnya yaitu karena faktanya mampu bertahan lama, bahkan bisa mencapai puluhan tahun.

Namun, sebelum membeli dan memasang material tersebut sebagai atap rumah, alangkah baiknya hitung terlebih dahulu berapa total jumlah kebutuhannya. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai tata cara menghitung kebutuhan atap spandek hingga rincian biaya pembeliannya.

Kelebihan dan Kekurangan Atap Spandek

Kelebihan dan Kekurangan Atap Spandek

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, bukan berarti material atap spandek tidak memiliki kekurangan sedikitpun. Nah, sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakannya, berikut akan kami berikan beberapa kelebihan serta kekurangan dari atap spandek.

Kelebihan

  • Variasi warna cukup beragam.
  • Tahan rayap, kokoh dan anti keropos.
  • Awet dan tahan lama.
  • Proses pemasangannya mudah.
  • Memiliki daya serap tinggi.
  • Mampu memantulkan panas sinar matahari dengan baik.
  • Ramah terhadap lingkungan karena dapat di daur ulang.
  • Memiliki sifat fleksibel.

Kekurangan

  • Menimbulkan suara berisik ketika hujan.
  • Kemungkinan mengalami kepudaran warna dalam waktu lebih singkat.
  • Jika terbentur dengan benda keras, maka risiko kebocorannya sangat tinggi.

Ukuran Standar Atap Spandek

Ukuran Standar Atap Spandek

Sebelum pembahasan mengenai cara menghitung kebutuhan atap spandek lebih lanjut, sebaiknya pahami terlebih dahulu berapa ukuran standarnya. Sebab, meskipun di pasaran tersedia berbagai macam ukuran atap spandek, namun masih ada peraturan terkait ukuran idealnya.

Umumnya, panjang atap spandek berkisar antara 2 meter hingga 6 meter, sedangkan lebarnya kurang lebih sekitar 0.35 meter, 0.4 meter sampai 0.5 meter. Untuk ketebalan atap spandek juga cukup bervariasi, mulai dari 0.25 mm hingga 0.8 mm, tergantung dengan kebutuhan pembelinya.

Rumus Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

Rumus Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

Sebenarnya proses pemasangan atap rumah spandek merupakan pekerjaan susah-susah gampang serta membutuhkan tingkat ketelitian tinggi. Seperti halnya PERHITUNGAN VOLUME ATAP LIMAS, tata cara menghitung kebutuhan atap spandek juga harus dilakukan menggunakan rumus.

Penggunaan rumus tersebut bertujuan agar nantinya hasil perhitungan kebutuhan atap spandek bisa lebih tepat dan akurat. Di bawah ini akan kami berikan rumus perhitungan jumlah kebutuhan atap spandek.

Jumlah kebutuhan atap spandek : Luas bidang atap x Koefisien atap spandek terhadap bidang.

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

Ketika menghitung jumlah kebutuhan atap spandek, terdapat beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan, mulai dari volume pekerjaan, kebutuhan material hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembeliannya. Daripada penasaran, berikut penjelasan seputar cara menghitung kebutuhan atap spandek.

Volume Pekerjaan Atap

Volume Pekerjaan Atap

Langkah pertama yaitu menghitung total volume atau luas pekerjaan konstruksi atap spandek. Sebagai contoh kalian akan memasang spandek berukuran efektif 0.75 m x 3 m pada bidang atap miring dengan panjang 8 meter serta lebar 6 meter, maka tata cara perhitungannya yaitu akan seperti di bawah ini.

Diketahui :

  • Panjang atap : 8 meter.
  • Lebar atap : 6 meter.
  • Ukuran atap spandek : 0.75 m x 3 m.

Perhitungan :

  • Volume pekerjaan : Panjang x lebar atap.
  • Volume pekerjaan : 8 m x 6 m = 48 m2.
  • Koefisien atap spandek : 1 ÷ (0.75 x 3) = 0.444 buah/m2.

Dari data perhitungan di atas, total volume pekerjaan untuk bidang atap miring dengan panjang 8 meter serta lebar 6 meter yaitu 48 meter persegi. Selain itu, kebutuhan atap spandek untuk satu meter perseginya yaitu kurang lebih sekitar 0.444 lembar.

Kebutuhan Atap Spandek

Kebutuhan Atap Spandek

Tahap selanjutnya yaitu menghitung jumlah kebutuhan material atap spandek. Tata cara menghitung kebutuhan atap spandek yaitu menggunakan rumus di atas agar hasilnya bisa lebih akurat.

  • Jumlah kebutuhan atap spandek : Luas bidang atap x koefisien atap spandek.
  • Jumlah kebutuhan atap spandek : (2 x 48 m2) x 0.444 lembar.
  • Jumlah kebutuhan atap spandek : 96 m2 x 0.444 lembar = 42.624 lembar.

Jadi, total kebutuhan material atap spandek untuk rumah berukuran panjang 8 meter serta lebar 6 meter yaitu 42.624 lembar atau dibulatkan menjadi 43 lembar.

Biaya Pembelian Atap Spandek

Biaya Pembelian Spandek

Tahap terakhir yaitu menghitung total kebutuhan biaya untuk pembelian atap spandek. Misalkan HARGA ATAP SPANDEK saat ini di pasaran adalah Rp 100.000 per lembarnya, maka kalian perlu mempersiapkan anggaran dana sebesar 43 lembar x Rp 100.000 = Rp 4.300.000.

Saran kami sebaiknya belilah material atap spandek berkualitas dengan merk ternama meskipun harganya sedikit lebih mahal. Hal tersebut bertujuan agar nantinya material tersebut memiliki usia pakai lebih lama sehingga mampu menghemat biaya perawatan atau penggantiannya.

Akhir Kata

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa total kebutuhan material atap spandek ini tergantung berdasarkan volume bidang pekerjaannya. Semakin luas bidang pekerjaan atap rumah, maka akan semakin besar pula kebutuhan bahan materialnya.

Demikian penjelasan dari Epropertyrack seputar tata cara menghitung kebutuhan atap spandek per meter perseginya mulai dari volume pekerjaan, kebutuhan material hingga total biaya pembeliannya. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan gambaran ketika hendak menghitung keperluan atap spandek.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *