Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

10 Cara Menghitung Kebutuhan Urugan Tanah Semua Jenis

Cara Menghitung Kebutuhan Urugan Tanah

Cara Menghitung Kebutuhan Urugan Tanah – Seperti diketahui, pekerjaan urugan tanah kerap dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan seperti jalan raya, perataan taman maupun rumah tinggal. Dimana urugan tanah tersebut diperlukan ketika hendak membangun sebuah bangunan yang kondisi permukaannya berada di bawah kemiringan.

Di sisi lain, pekerjaan pengurugan tanah juga dilakukan supaya posisi bangunan dapat lebih tinggi dari elevasi permukaan tanah di sekitarnya. Maka dari itu, pekerjaan pengurugan tanah ini wajib dilakukan saat membangun sebuah hunian, entah itu rumah satu lantai atau bahkan lebih.

Ketika hendak melakukan pekerjaan pengurugan tanah, tentunya diperlukan adanya perhitungan kebutuhan meterialnya dengan matang sejak awal. Hal ini bertujuan agar nantinya tanah urugan tidak kurang atau lebih serta membantu pemilik bangunan dalam memperhitungkan biayanya.

Sebenarnya, langkah-langkah menghitung total keperluan material urugan tanah cukup mudah dilakukan, asalkan mengetahui rumus perhitungannya. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara rinci mengenai cara menghitung kebutuhan urugan tanah menggunakan rumus untuk semua jenis-jenisnya.

Kegunaan Tanah Urugan

Kegunaan Tanah Urugan

Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu kegunaan tanah urugan dalam proses pembangunan sebuah rumah tinggal yaitu supaya posisi bangunan tersebut lebih tinggi dari elevasi permukaan tanah di sekitarnya. Selain itu, di bawah ini adalah beberapa kegunaan atau manfaat lainnya dari pekerjaan urugan tanah.

  • Sebagai konstruksi awal dalam pembangunan sebuah hunian.
  • Memperkokoh serta menstabilkan kontur tanah.
  • Supaya rumah terhindar dari kebanjiran karena sudah ditinggikan.

Jenis Tanah Urugan

Jenis Tanah Urugan

Di Indonesia sendiri, saat ini sudah tersedia cukup banyak sekali jenis tanah yang kerap digunakan sebagai material urugan. Perlu diketahui, tanah urugan harus memiliki tekstur cenderung remah berupa butiran-butiran serta terbebas dari kandungan humus.

Untuk saat ini, setidaknya 3 jenis tanah urugan yang sering dimanfaatkan dalam proses penimbunan pada konstruksi bangunan. Sebelum membahas cara menghitung kebutuhan tanah urugan lebih lanjut, di bawah ini adalah beberapa jenis-jenisnya.

  1. Tanah Merah.
  2. Tanah padas.
  3. Tanah Semi Padas / Tanah Liat.

Rumus Menghitung Kebutuhan Urugan Tanah

Rumus Menghitung Kebutuhan Urugan Tanah

Di dalam tata cara menghitung kebutuhan urugan tanah, tentunya diperlukan adanya rumus perhitungan. Dimana rumus perhitungan kebutuhan urugan tanah ini diperlukan supaya hasil akhir perhitungan nantinya bisa menjadi lebih akurat sehingga meminimalisir pembengkakan dana.

Untuk volume urugan tanah sendiri biasanya dihitung menggunakan satuan meter kubik (m3), yaitu berasal dari panjang, lebar serta lebar bidang pekerjaan. Agar lebih jelasnya, di bawah ini akan kami berikan rumus menghitung kebutuhan urugan tanah di dalam konstruksi bangunan.

Kebutuhan Urugan Tanah : 1.2 x (Volume bidang pekerjaan ÷ Volume bak truk)

Volume Bidang Pekerjaan : Panjang x Lebar x Tebal area yang akan diurug.

Volume Bak Truk : Panjang x Lebar x Tinggi bak truk.

Cara Menghitung Kebutuhan Urugan Tanah

Setelah memahami rumus perhitungan kebutuhan urugan tanah, selanjutnya kalian juga harus mengerti bagaimana cara menghitung total keperluannya. Daripada penasaran, langsung saja perhatikan baik-baik tata cara menghitung kebutuhan urugan tanah berikut ini.

Volume Bidang Pekerjaan

Volume Bidang Pekerjaan

Cara pertama yaitu mencari tahu luas atau volume bidang pekerjaan yang akan diurug menggunakan tanah terlebih dahulu. Sebagai contoh kalian akan melakukan pekerjaan urugan tanah pada tanah sepanjang 8 meter, lebar 6 meter serta kedalaman 2 meter, maka tata cara menghitungnya yaitu akan seperti di bawah ini.

Diketahui :

  • Panjang : 8 meter.
  • Lebar : 6 meter.
  • Kedalaman (tebal) : 2 meter.

Perhitungan :

  • Volume bidang pekerjaan : Panjang x Lebar x Tebal.
  • Volume bidang pekerjaan : 8 m x 6 m x 2 m = 96 m3.

Volume Bak Truk

Volume Bak Truk

Cara selanjutnya yaitu menghitung volume bak truk yang membawa material tanah urugan. Sebagai contoh kalian memesan tanah urugan menggunakan truk dengan ukuran bak 2.5 m x 1.8 m x 1.5 m, maka volume bak truk tersebut yaitu akan seperti berikut ini.

Diketahui :

  • Panjang : 2.5 meter.
  • Lebar : 1.8 meter.
  • Tinggi : 1.5 meter.

Perhitungan :

  • Volume bak : Panjang x Lebar x Tinggi.
  • Volume bak : 2.5 m x 1.8 m x 1.5 m = 6.75 m3.

Kebutuhan Urugan Tanah

Kebutuhan Urugan Tanah

Langkah terakhir yaitu tinggal menghitung total kebutuhan material urugan tanah pada biang pekerjaan seluas 96 meter kubik menggunakan truk berukuran 6.75 meter kubik. Cara menghitungnya yaitu menggunakan rumus seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

  • Kebutuhan urugan tanah : 1.2 x (Volume bidang pekerjaan ÷ Volume bak truk).
  • Kebutuhan urugan tanah : 1.2 x (96 m3 ÷ 6.75 m3).
  • Kebutuhan urugan tanah : 1.2 x 14.22 = 17.064 truk.

Dari data perhitungan di atas, total kebutuhan material urugan tanah untuk bidang pekerjaan seluas 96 meter kubik menggunakan truk berukuran 6.75 meter kubik yaitu kurang lebih sekitar 17.064 truk atau dibulatkan menjadi 18 truk. Misalkan satu bak truk tanah urugan dijual dengan harga Rp 800.000, maka kalian perlu mempersiapkan biaya sekitar Rp 14.400.000 (Rp 800.000 x 18 truk).

Jika kalian ingin lebih menghemat biaya, saran kami ada baiknya manfaatkanlah pekerja borongan dalam melakukan pengerjaan pengurugan tanah. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab HARGA BORONGAN URUGAN TANAH dinilai lebih murah jika dibandingkan dengan upah tukang dengan sistem harian.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar tata cara menghitung kebutuhan urugan tanah untuk semua jenis-jenisnya. Semoga informasi di atas bermanfaat serta bisa dijadikan sebagai referensi ketika hendak menghitung total keperluan tanah urugan pada sebuah konstruksi bangunan.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *