Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel – Bata hebel atau bata ringan menjadi semakin populer di dalam pembangunan sebuah rumah tinggal. Kebanyakan orang mulai bergeser menggunakan hebel sebagai pengganti bata merah dalam pembuatan dinding ataupun tembok hunian.

Namun, sebagai salah satu material bahan bangunan, tentunya hebel memiliki sejumlah keunggulan serta kelemahan yang perlu diperhatikan. Selain itu ketika hendak mengaplikasikan hebel sebagai bahan utama dinding, diperlukan adanya perhitungan total kebutuhan materialnya.

Perhitungan kebutuhan total bata ringan tersebut bertujuan agar nantinya kalian memiliki gambaran berapa banyak material yang harus dibeli. Untuk tata cara perhitungannya sendiri tergolong cukup mudah, tergantung pada pemilihan jenis serta ukurannya.

Oleh sebab itu, sebelum memasang hebel sebagai bahan utama pembuatan dinding rumah, alangkah baiknya hitung terlebih dahulu total kebutuhannya. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap bagaimana cara menghitung kebutuhan hebel untuk semua jenis serta ukurannya.

Jenis Hebel

Di pasaran Indonesia sendiri, setidaknya saat ini terdapat 2 jenis bata hebel yaitu hebel AAC dan hebel CLC. Adapun penjelasan dari masing-masing jenis hebel tersebut yaitu seperti di bawah ini.

Hebel AAC

Hebel AAC

Bata ringan atau hebel AAC (Autoclaved Aerated Concret) ialah beton seluler yang gelembung udaranya terbentuk dari reaksi kimia. Biasanya hebel AAC terbuat dari bahan dasar seperti pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air serta aluminium pasta sebagai pengembangnya. Bata ringan jenis AAC dibuat menggunakan peralatan sederhana di industri rumahan.

Hebel CLC

Hebel CLC

Sedangkan hebel CLC (Cellular Lightweight Concret) dibuat melalui proses produksi menggunakan peralatan canggih dan modern sehingga memiliki kualitas sangat baik. Umumnya hebel jenis CLC memiliki warna abu-abu karena terbuat dari pasir sungai ataupun pasir tambang. Untuk bobotnya sendiri hebel CLC lebih berat dibandingkan jenis AAC.

Keunggulan dan Kelemahan Hebel

Keunggulan dan Kelemahan Hebel

Seperti dijelaskan di atas, setiap bahan material bangunan tentu memiliki karakteristiknya masing-masing, termasuk hebel. Sebelum membahas cara menghitung kebutuhan hebel lebih lanjut, ada baiknya ketahui terlebih dahulu beberapa kelebihan beserta kekurangannya berikut ini.

Keunggulan

  • Memiliki bobot lebih ringan dibandingkan bata biasa.
  • Memiliki ukuran lebih sergam dan rapi sehingga mampu membuat dinding menjadi lebih rapi.
  • Memiliki ketahanan cukup tinggi.
  • Kedap air sehingga mampu menjaga tembok dari rembesan air.
  • Tahan terhadap kebakaran (api).
  • Menjadi material kedap suara.
  • Lebih menghemat penggunaan perekat.
  • Mudah untuk dipasang, dibor ataupun dipotong.
  • Proses pemasangannya lebih mudah dan cepat.
  • Hebel tidak mengandung gas beracun.
  • Ramah terhadap lingkungan.

Kelemahan

  • Tidak bisa menggunakan perekat biasa sehingga memerlukan perekat khusus hebel.
  • Membutuhkan tenaga pemasangan berpengalaman pada saat proses pemasangannya.
  • Pembelian hebel harus dalam jumlah banyak.
  • Sedikit lebih suit apabila terkena air.
  • Memiliki ukuran besar sehingga bisa menyisakan bata yang terbuang atau tidak berguna.

Ukuran Standar Hebel

Ukuran Standar Hebel

Ketika hendak menghitung kebutuhan hebel, kalian juga harus mengerti ukurannya. Di bawah ini adalah beberapa ukuran standar hebel yang sering dijual di pasaran Indonesia.

  • Lebar 20 cm, panjang 60 cm, ketebalan 7.5 cm.
  • Lebar 20 cm, panjang 60 cm, ketebalan 10 cm,
  • Lebar 20 cm, panjang 60 cm, ketebalan 12.5 cm.
  • Lebar 20 cm, panjang 60 cm, ketebalan 15 cm.
  • Lebar 20 cm, panjang 60 cm, ketebalan 20 cm.

Karena ukurannya sangat beragam tersebut membuat HARGA HEBEL di pasaran juga cukup bervariasi. Namun, secara garis besar tebal bata ringan yang kerap digunakan sebagai bahan utama pembuatan dinding rumah yaitu ukuran 7.5 cm serta 10 cm.

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

Sebagaimana diketahui, hebel di pasaran dijual dengan satuan kubik (m3). Oleh sebab itu, cara menghitung kebutuhan total hebel sebagai bahan pembuatan dinding sangat berbeda dengan perhitungan kebutuhan material bata merah sebagai.

Apabila proses pemasangan bata merah membutuhkan campuran antara pasir dan semen, namun proses pemasangan hebel hanya membutuhkan semen mortar sebagai bahan perekatanya. Daripada penasaran, berikut akan kami berikan cara menghitung kebutuhan hebel untuk semua jenis serta ukurannya.

Hebel Ketebalan 7,5 cm

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel Ketebalan 7,5 cm

Pertama, kalian harus mencari tahu terlebih dahulu berapa jumlah hebel dalam satu kubiknya. Berikut perhitungan kebutuhan hebel berukuran 60 cm x 20 cm x 7.5 cm.

  • 1 m3 = 1 ÷ (0.6 x 0.2 x 0.075)
  • 1 m3 = 1 ÷ 0.009
  • 1 m3 = 111.11 pcs

Jadi, total jumlah bata ringan berukuran 60 cm x 20 cm x 7.5 cm dalam satu kubik yaitu sekitar 111 buah. Tahap berikutnya yaitu menghitung luas dinding yang dihasilkan dari 111.11 buah hebel dengan ketebalan 7.5 cm. Tata cara menghitungnya yaitu akan seperti berikut ini.

  • Luas 1 buah hebel : 0.6 m x 0.2 = 0.12 m2
  • Luas dinding : 0.12 x 111.11 = 13.3332 m2

Dari perhitungan di atas, total luasan dinding dari hebel dengan tebal 7.5 cm yaitu sekitar 13.3332 meter persegi.

Hebel Ketebalan 10 cm

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel Ketebalan 10 cm

Sebenarnya cara menghitung kebutuhan hebel berukuran 60 cm x 20 cm x 10 cm juga tidak jauh berbeda dengan perhitungan di atas. Agar lebih jelasnya, simak baik-baik perhitungannya di bawah ini.

  • 1 m3 = 1 ÷ (0.6 x 0.2 x 0.1)
  • 1 m3 = 1 ÷ 0.012
  • 1 m3 = 83.33 pcs

Jadi, satu kubik hebel berukuran 60 cm x 20 cm x 10 cm berisikan total kurang lebih sekitar 83 buah. Kemudian rumus perhitungan luasan dinding untuk hebel berukuran 60 cm x 20 cm x 10 cm yaitu seperti berikut ini.

  • Luas 1 buah hebel : 0.6 m x 0.2 = 0.12 m2
  • Luas dinding : 0.12 x 83.33 = 9.9996 m2

Dari data perhitungan di atas, total luasan dinding dari hebel dengan ketebalan 10 cm yaitu 9.9996 m2 atau dibulatkan menjadi 10 m2.

Tips Memilih Hebel

Tips Memilih Hebel

Di atas sudah kami jelaskan secara lengkap bagaimana cara menghitung kebutuhan hebel untuk semua jenis beserta ukurannya. Saran kami ketika hendak memasangnya, sebaiknya gunakan pekerja dengan sistem borongan.

Sebab, HARGA BORONGAN PASANG HEBEL dinilai lebih murah dibandingkan pekerja sistem harian. Selain itu supaya mendapatkan material berkualitas, ikuti beberapa tips memilih hebel di bawah ini.

  • Pilihlah hebel jenis AAC.
  • Material memiliki warna putih bersih.
  • Material lolos uji sertifikat SNI ataupun internasional.
  • Memiliki ukuran presisi atau seragam.
  • Bobotnya ringan.
  • Pilih produk bermerek.
  • Belilah material hebel bergaransi.

Akhir Kata

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa total kebutuhan hebel sebagai material pembuat dinding hunian tergantung ukuran dan ketebalannya. Namun apabila kalian ragu-ragu dalam menghitungnya, sebaiknya gunakanlah jasa arsitek untuk membantu menghitungnya.

Demikian penjelasan dari Epropertyrack seputar cara menghitung kebutuhan hebel untuk semua jenis dan serta ukurannya. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan gambaran ketika hendak menghitung kebutuhan hebel sebagai bahan utama pembuatan dinding hunian.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *