2 Cara Menghitung Kebutuhan Exhaust Fan (Dapur & Kamar)

Cara Menghitung Kebutuhan Exhaust Fan – Keberadaan udara bersih di dalam sebuah hunian tentu menjadi hal yang harus diperhatikan oleh setiap pemiliknya. Sebagaimana diketahui, udara kotor di dalam rumah bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit pernapasan bagi penghuninya.

Tentunya setiap rumah diwajibkan memiliki sistem sirkulasi udara yang baik dengan cara memasang ventilasi. Akan tetapi, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan, seringkali keberadaan ventilasi belum cukup dalam proses penggantian atau sirkulasi di rumah.

Oleh sebab itu, exhaust fan kerap menjadi solusi supaya pertukaran udara bersih dan kotor di dalam sebuah ruangan bisa berjalan dengan baik. Akan tetapi, untuk menghemat penggunaan energi listrik, jumlah pemasangan exhaust fan di dalam sebuah rumah juga harus dipertimbangkan dengan matang.

Secara garis besar, kebutuhan exhaust dan ditentukan berdasarkan seberapa besar kemampuannya dalam menyedot udara per jamnya. Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap bagaimana cara menghitung kebutuhan exhaust fan di dalam sebuah ruangan untuk semua jenis-jenisnya.

Jenis Exhaust Fan

Jenis Exhaust Fan

Seperti diketahui, exhaust fan bekerja dengan bantuan bilah kipas yang digerakkan oleh tenaga listrik. Dimana bilah kipas tersebut akan berputar sehingga menarik udaranya keluar dari ruangan dan mendorongnya melalui lubang pembuangan ke luar rumah.

Selain itu, exhaust fan juga bisa mendinginkan ruangan dengan mengeluarkan udara panas lalu menggantinya dengan udara segar layaknya AC. Berikut adalah beberapa jenis exhaust fan yang kerap digunakan oleh seseorang di dalam rumah.

  • Exhaust fan dinding.
  • Exhaust fan langit-langit.
  • Exhaust fan dapur.
  • Exhaust fan eksterior.
  • Exhaust fan kamar mandi.
  • Exhaust fan inline.
  • Exhaust fan dengan lampu.

Kelebihan dan Kekurangan Exhaust Fan

Kelebihan dan Kekurangan Exhaust Fan

Setiap bahan-bahan elektronik perlengkapan rumah tangga pastinya memiliki sejumlah karakteristiknya masing-masing, termasuk exhaust fan. Sebelum pembahasan utama mengenai cara menghitung kebutuhan exhaust fan berlanjut, sebaiknya pahami terlebih dahulu beberapa kelebihan serta kekurangannya di bawah ini.

Kelebihan

  • Mampu meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan.
  • Menghilangkan aroma tidak sedap.
  • Menghilangkan kelembapan.
  • Mengurangi kontaminasi udara.
  • Bisa menjadi pendingin di dalam ruangan.

Kekurangan

  • Hampir semua jenis exhaust fan membutuhkan suplai energi listrik.
  • Exhaust fan tidak dapat di pindah ke sembarang tempat karena sifatnya permanen.
  • Proses pemasangannya membutuhkan tenaga ahli berpengalaman.
  • Pemasangan exhaust fan tidak tepat bisa menimbulkan suara ketika kipas berputar.
  • Exhaust fan hanya berfungsi untuk membuang udara dari dalam ke luar ruangan saja (satu arah).

Rumus Menghitung Kebutuhan Exhaust Fan

Rumus Perhitungan

Seperti halnya PEMASANGAN AC RUMAH, proses perhitungan kebutuhan pemasangan exhaust fan juga perlu menggunakan rumus. Dimana penggunaan rumus tersebut agar hasil perhitungan akhir nantinya bisa tepat sesuai dengan harapan pemilik rumah.

Ukuran standar penggunaan exhaust fan di dalam ruangan sendiri yaitu maksimal 45db (desible : ukuran tingkat kebisingan). Agar lebih jelasnya, di bawah ini adalah rumus menghitung kebutuhan exhaust fan di sebuah ruangan.

Kebutuhan Exhaust Fan : A x B.

A ; Dimensi Ruangan (Panjang x Lebar x Tinggi)
B : Frekuensi Udara Per Jam

Biasanya nilai tersebut didapatkan dari nilai indeks sirkulasi sesuai peruntukan ruangannya. Semakin kotor sebuah ruangan, maka semakin besar pula nilai indeksnya. Umumnya untuk dapur, nilai indeksnya kurang lebih sekitar 15, sedangkan ruangan lainnya yaitu 5 – 6.

Cara Menghitung Kebutuhan Exhaust Fan

Cara Menghitung Kebutuhan Exhaust Fan Semua Jenis

Setelah mengetahui rumus menghitung kebutuhan exhaust fan, berikutnya kalian juga harus memahami bagaimana tata cara menghitungnya. Seperti dijelaskan sebelumnya, cara menghitung total kebutuhan exhaust fan sebenarnya tergantung pada dimensi ruangannya.

Sebagai contoh kalian akan memasang exhaust fan jenis langit-langit untuk ruangan kamar berukuran 4 m x 3 m x 3 m dengan frekuensi penggantian udara per jamnya adalah 5, maka tata cara menghitungnya akan seperti berikut ini.

  • Kebutuhan exhaust fan : A x B.
  • Kebutuhan exhaust fan : (4 m x 3 m x 3 m) x 5.
  • Kebutuhan exhaust fan : 36 m3 x 5 = 180 m3/jam.

Dari data perhitungan di atas, maka kalian bisa membeli 1 buah exhaust fan dengan daya sedot sebesar 180 m3/jam ataupun membeli 2 buah exhaust fan dengan daya sedot setengahnya. Kebutuhan exhaust fan ini sebenarnya bisa disesuaikan kembali dengan bujet atau anggaran dana yang kalian miliki.

Khusus untuk tipe ceiling mounted yang menggunakan pipa-pipa tambahan sebagai alat pembuangan udaranya, sebaiknya daya sedot exhaust fan dilebihkan. Hal ini dikarenakan pipa-pipa tersebut dapat menghambat pergerakan udara di dalam rumah.

Akhir Kata

Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kebutuhan pemasangan exhaust fan di dalam rumah tergantung pada dimensi ruangan serta frekuensi pergantian udara per jamnya. Sementara untuk pemilihan jenisnya sebenarnya dapat disesuaikan dengan tempat pengaplikasiannya.

Demikian pembahasan dari Epropertyrack seputar cara menghitung kebutuhan exhaust fan menggunakan rumus untuk semua jenis-jenisnya. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak menghitung kebutuhan exhaust fan di rumah.

Tinggalkan komentar