10 Cara Menghitung Biaya Plesteran dan Acian : Bahan Material & Upah

Cara Menghitung Biaya Plesteran dan Acian – Sebagaimana diketahui, pekerjaan dinding memerlukan tahap penyelesaian akhir atau tahap finishing berupa pemlesteran dan pengacian. Plesteran hingga acian tersebut perlu dilakukan dengan memperhitungkan waktu setelah pekerjaan konstruksi atap selesai.

Hal tersebut bertujuan agar nantinya pada saat melakukan pekerjaan plesteran dan acian tidak terganggu oleh kondisi cuaca, entah itu panas maupun hujan. Pasalnya gangguan tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir sehingga diperlukan adanya perhitungan waktu yang tepat berdasarkan perencanaan matang sejak awal.

Selain itu, plesteran serta acian tersebut juga harus diperhitungkan total biaya pembuatannya, mulai dari biaya pembelian bahan material hingga ongkos pekerjanya. Di sisi lain, pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) plesteran dan acian juga berguna bagi pemilik rumah untuk mempersiapkan berapa besar total bujet yang perlu dipersiapkan.

Oleh sebab itu, sebelum melakukan finishing dinding sebuah hunian, alangkah baiknya hitung terlebih dahulu berapa besar total biayanya. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai tata cara menghitung biaya plesteran dan acian mulai dari kebutuhan material hingga upah tukang bangunannya.

Kebutuhan Material Plesteran dan Acian

Kebutuhan Material Plesteran dan Acian

Di dalam pekerjaan plesteran dan acian dinding sebuah rumah, tentunya diperlukan adanya beberapa bahan material dasar pembuatannya. Sebelum membahas cara menghitung biaya plesteran dan acian lebih lanjut, ada baiknya pahami terlebih dahulu beberapa kebutuhan bahan materialnya di bawah ini.

  • Pasir.
  • Semen.
  • Air.
  • Pekerja.
  • Tukang batu.

Rumus Perhitungan Luas Plesteran dan Acian

Rumus Perhitungan Luas Plesteran dan Acian

Ketika hendak menghitung biaya plesteran dan acian dinding hunian, kalian juga harus mengetahui terlebih dahulu berapa luas bidang pekerjaannya. Tata cara mengetahui luasan bidang pekerjaannya yaitu salah satunya menggunakan rumus. Adapun rumus perhitungan tersebut diantaranya yaitu seperti berikut ini.

Luas pekerjaan plesteran = Luas pekerjaan acian

Luas pekerjaan : Luas dinding – Luas kusen pintu – Luas kusen jendela.

Dinding : Lebar x Panjang x Tinggi

Kusen pintu : Lebar x Panjang

Kusen jendela : Lebar x Panjang

Cara Menghitung Biaya Plesteran dan Acian

Setelah mengetahui kebutuhan material hingga rumus perhitungan pekerjaannya, selanjutnya kalian juga harus mengerti bagaimana cara menghitung biaya plesteran dan acian. Sebagai contoh kalian akan melakukan pekerjaan finishing tersebut pada dinding dengan spesifikasi seperti di bawah ini.

Diketahui :

  • Dinding 1 : 2 m (lebar) x 3 m (panjang) x 3 m (tinggi).
  • Dinding 2 : 2 m (lebar) x 5 m (panjang) x 3 m (tinggi).
  • Kusen pintu (2 buah) : 0.9 m x 2 m.
  • Kusen jendela : 1.5 m x 1.5 m.

Luas Pekerjaan

Luas Pekerjaan

Langkah pertama, hitung luasan pekerjaannya terlebih dahulu menggunakan rumus yang sudah di atas. Berikut akan kami berikan tata cara menghitung luas pekerjaan plesteran dan acian pada tembok setinggi 3 meter.

  • Dinding : (2 m x 3 m) + (2 m x 5 m) x 3 m = 48 m2.
  • Kusen pintu : 2 x (0.9 m x 2 m) = 3.6 m2.
  • Kusen jendela : 1.5 m x 1.5 m = 2.25 m2.
  • Luas pekerjaan : 48 m2 – 3.6 m2 – 2.25 m2 = 42.15 m2.

Jadi luas plesteran beserta acian pada dinding seluas 48 meter persegi yaitu 42.15 meter persegi.

Harga Satuan Bahan dan Upah

Harga Satuan Bahan dan Upah

Selanjutnya kalian juga harus mencari tahu berapa harga satuan untuk bahan material hingga upah para pekerja bangunannya. Di bawah ini sudah kami rangkum harga satuan bahan dan upah standar di Indonesia, mulai dari HARGA SEMEN PER SAK, pasir hingga upah tukang bangunannya.

  • 1 kg semen : Harga semen per zak ÷ berat kemasan.
  • 1 kg semen : Rp 60.000 ÷ 40 kg = Rp 1.500.
  • 1 m3 pasir : Harga per truk ÷ isi truk.
  • 1 m3 pasir : Rp 600.000 ÷ 3 m3 = Rp 200.000.
  • 1 OH upah pekerja : Rp 70.000.
  • 1 OH upah tukang batu : Rp 90.000.

Harga Satuan Pekerjaan

Harga Satuan Pekerjaan

Selain menghitung harga satuan bahan dan upah para pekerjanya, kalian juga harus bisa menganalisa harga satuan pekerjaan plesteran serta acian. Sebagai acuan, di bawah ini akan kami berikan contoh analisa harga satuan untuk pengerjaan finishing tembok rumah tersebut.

  • 1 m2 plesteran 1pc:5ps tebal 20 mm :
    – 7.29 kg semen.
    – 0.02 m3 pasir pasang.
    – 0.25 OH pekerja.
    – 0.20 OH tukang batu.
  • 1 m2 acian semen tebal 2 mm :
    – 4.00 kg semen.
    – 0.14 OH pekerja.
    – 0.10 OH tukang batu.

Menghitung Kebutuhan Bahan dan Upah

Menghitung Kebutuhan Bahan dan Upah

Langkah terakhir yaitu tinggal menghitung total biaya pembuatan plesteran dan acian menggunakan analisa harga satuan pekerjaan di atas. Agar lebih jelasnya, simak baik-baik tata cara menghitung biaya plesteran dan acian dengan luas bidang pekerjaannya 42.15 m2 berikut ini.

Plesteran

  • Semen : 42.15 m2 x 7.29 kg = 3007.27 kg (7.68 zak).
  • Semen : 7.68 zak x Rp 1.500 = Rp 460.910.
  • Pasir pasang : 42.15 m2 x 0.02 m3 = 0.84 m3.
  • Pasir pasang : 0.84 m3 x Rp 200.000 = Rp 168.600.
  • Pekerja : 42.15 m2 x 0.25 OH = 10.54 OH.
  • Pekerja : 10.54 OH x Rp 70.000 = Rp 737.625.
  • Tukang batu : 42.15 m2 x 0.20 OH = 8.43 OH.
  • Tukang batu : 8.43 OH x Rp 90.000 = Rp 758.700.
  • Total biaya plesteran : Rp 460.910 + Rp 168.600 + Rp 7373625 + Rp 758.700 = Rp 2.125.835.

Acian

  • Semen : 42.15 m2 x 4.00 kg = 168.60 kg (4.2 zak).
  • Semen : 4.2 zak x Rp 1.500 = Rp 252.900.
  • Pekerja : 42.15 m2 x 0.14 OH = 5.90 OH.
  • Pekerja : 5.90 OH x Rp 70.000 = Rp 413.070.
  • Tukang batu : 42.15 m2 x 0.10 OH = 4.22 OH.
  • Tukang batu : 4.22 OH x Rp 90.000 = Rp 379.350.
  • Total biaya acian : Rp 252.900 + Rp 413.070 + Rp 379.350 = Rp 1.045.320.

Dari data atau cara perhitungan di atas, total biaya plesteran dan acian mulai dari pembelian bahan material hingga ongkos para pekerja yaitu kurang lebih sekitar Rp 2.125.835 + Rp 1.045.320 = Rp 3.171.155. Namun, saran kami sebaiknya gunakan pekerja dengan sistem borongan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab HARGA BORONGAN PLESTERAN DAN ACIAN dinilai lebih murah dibandingkan pekerja sistem harian. Terlebih lagi, kebanyakan pemborong atau kontraktor bisa mempercepat waktu pekerjaannya dengan hasil akhir sesuai harapan.

Akhir Kata

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa besaran biaya dalam pemlesteran dan pengacian dipengaruhi oleh luas dinding ataupun bidang pekerjaannya. Selain itu, pemilihan bahan material bangunannya terkait kualitas hingga harganya juga bisa mempengaruhi total biaya pembuatannya.

Demikian penjelasan dari Epropertyrack seputar tata cara menghitung biaya plesteran dan acian mulai dari kebutuhan material hingga ongkos pekerja bangunannya. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan gambaran ketika hendak menghitung total biaya pembangunannya.

Tinggalkan komentar