Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

12 Cara Membuat Job Safety Analysis & Contoh Formulir!

Cara Membuat Job Safety Analysis

Cara Membuat Job Safety Analysis – Kecelakaan kerja bisa kalian hindari dengan mengetahui serta mengenal berbagai macam potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja. Dimana beragam potensi bahaya tersebut, kalian harus bisa mengeliminasi untuk menghilangkan risiko kecelakaan yang mungkin akan terjadi.

Analisa potensi bahaya yang paling populer dan paling sering digunakan di lingkungan kerja yaitu menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Job Safety Analysis (JSA), biasa disebut juga dengan Job Hazard Analysis (JHA) atau Job Task Analysis (JTA) ialah suatu cara mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya yang berkaitan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas di tempat kerja.

Apabila bahaya telah dikenali, maka bisa dilakukan tindakan pengendalian seperti perubahan fisik ataupun perbaikan prosedur kerja sehingga mampu mengurangi bahaya kerja. Namun sayangnya, masih ada cukup banyak orang di luar sana yang merasa kebingungan bahwa mereka kebingungan mengenai bagaimana cara membuat ataupun menyusunnya.

Oleh sebab itu, apabila kalian berencana hendak membuat JSA, ada baiknya pahami terlebih dahulu bagaimana tata caranya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai cara membuat Job Safety Analysis dilengkapi dengan tujuan hingga contoh formulirnya.

Apa Itu Job Safety Analysis?

Apa Itu Job Safety Analysis

Sebelum pembahasan poin utama mengenai cara membuat Job Safety Analysis lebih lanjut, sebaiknya pahami terlebih dahulu sekilas pengertiannya. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, JSA merupakan sebuah metode yang seringkali digunakan oleh berbagai macam pekerja guna menentukan bahaya yang ada di dalam setiap tahapan pekerjaan dan pengendalian terhadap bahaya tersebut.

Pada intinya, JSA ialah salah satu tahapan perencanaan ketika faktor atau unsur keselamatan kerja menjadi bagian yang diintegrasikan ke dalam prosedur pelaksanaannya. Dimana unsur risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan menjadi fokus utama dengan menganalisa potensi bahaya di setiap tahapan proses kerja guna mencapai pekerjaan tanpa kecelakaan (zero accident).

Tujuan Penerapan Job Safety Analysis

Beberapa orang menganggap bahwa Job Safety Analysis mampu digunakan untuk menemukan potensi bahaya serta menentukan tindakan koreksi pada setiap langkah kerja, terlebih lagi jika mereka memahami apa itu HIRADC. Daripada penasaran, sebaiknya simak baik-baik penjelasan mengenai tujuan penerapan JSA di area atau tempat kerja berikut ini.

  • Memberi pemahaman sama rata terhadap setiap orang mengenai jenis pekerjaannya ketika hendak menyelesaikan pekerjaan dengan selamat.
  • Sebagai titik tolak guna menyelesaikan pekerjaan dengan selamat sesuai jadwal.
  • Menemukan adanya potensi bahaya yang akan timbul saat pelaksanaan pekerjaan.
  • Menghilangkan atau mengontrol tindakan dan kondisi berbahaya.
  • Menentukan APD (alat pelindung diri) sesuai dengan kebutuhan.
  • Menjadi suatu alat paling efektif dalam merencanakan pekerjaan.
  • Menjadi suatu alat paling efektif untuk merencanakan pekerjaan dilakukan tidak rutin.
  • Sebagai bahan atau materi untuk memberikan sebuah pelatihan kepada supervisor ataupun tim pelaksana serta sangat efektif untuk pelatihan bagi para pegawai baru.
  • Sebagai materi pengarahan sebelum memulai pekerjaan, observasi atau pengawasan keselamatan serta sebagai salah satu topik pada Safety Meeting.
  • Membantu pada saat penulisan Safety Procedure untuk jenis pekerjaan baru ataupun pekerjaan modifikasi.

Waktu Ideal Pelaksanaan JSA

Ketika hendak mengetahui bagaimana cara membuat Job Safety Analysis, tentunya kalian juga harus mengerti kapan waktu ideal pelaksanaannya. Perlu diketahui, idealnya JSA harus diselesaikan sebelum pekerja memulai pekerjaan baru di area ataupun tempat kerjanya. Dengan kata lain, JSA harus dibuat saat proyek hendak dimulai.

Pada umumnya sebagian besar JSA bersikap proaktif serta mengatasi berbagai macam masalah sebelum terjadi. Apabila proyek sudah berjalan dan belum melakukan JSA hingga saat ini, maka kalian bisa menyelesaikannya di tengah proyek. Akan tetapi, kegiatan tersebut harus dilakukan lebih cepat dari sebelumnya.

Cara Membuat Job Safety Analysis

Setelah mengetahui sekilas pengertian, manfaat hingga waktu ideal penerapan JSA, maka selanjutnya kalian juga harus mengerti bagaimana cara membuat ataupun menyusunnya. Agar lebih jelasnya, di bawah ini akan kami jelaskan secara lengkap mengenai tata cara membuat Job Safety Analysis untuk beberapa jenis pekerjaan.

1. Menganalisis Keselamatan Kerja

Cara membuat Job Safety Analysis pertama yaitu mulai menganalisis pekerjaan paling berbahaya terlebih dahulu. Pasalnya, akan sangat disayangkan apabila terjadi kecelakaan yang bisa dicegah ketika kalian sedang mengoptimalkan keselamatan pekerja lain yang tidak terlalu berbahaya.

Maka dari itu, kalian harus memprioritaskan menganalisis pekerjaan dengan tingkat kecelakaan sangat parah, menganalisis pekerjaan dengan frekuensi kecelakaan lebih tinggi serta menganalisis pekerjaan yang baru atau prosesnya baru didirikan.

2. Mendokumentasikan Tugas

Kemudian cara membuat JSA selanjutnya yaitu mendokumentasikan tugas. Sebaiknya lakukan tahap ini dengan memecah pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil sehingga kalian bisa mengoptimalkannya secara individual. Biasanya, kegiatan sebaiknya tidak melebihi dari 10 langkah agar proses membuat atau penyusunannya menjadi lebih efisien.

3. Mengidentifikasi Bahaya

Mengidentifikasi potensi bahaya di setiap langkah juga termasuk ke dalam salah satu tahapan membuat JSA. Dimana tahap ini mungkin saja bisa membantu untuk memvisualisasikan setiap langkah dalam pekerjaan. Maka dari itu, pertimbangkan dengan baik semua potensi bahaya pada saat ingin memulai kegiatannya.

4. Menerapkan Kontrol Bahaya

Cara membuat Job Safety Analysis terakhir yaitu menerapkan tindakan pencegahan terhadap bahaya tersebut. Kalian bisa melakukan kegiatan tersebut dengan menggunakan 5 kontrol dalam hierarki kontrol untuk manajemen keselamatan. Adapun 5 kontrol tersebut diantaranya yaitu seperti di bawah ini.

  • Eliminasi : Singkirkan semua jenis bahaya.
  • Substitusi : Gantikan bahan berbahaya dengan sesuatu yang aman.
  • Kontrol Teknik : Cegah pekerja bekerja di area berbahaya.
  • Kontrol Administratif : Ajari pekerja untuk melakukan pekerjaan mereka dengan cara aman.
  • APD : Menyediakan peralatan perlindungan pribadi yang memadai bagi para pekerja.

Contoh Formulir Job Safety Analysis

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai tata cara membuat Job Safety Analysis, mulai dari tahap awal hingga finishing. Sebagai informasi tambahan, sebenarnya terdapat cukup banyak format JSA yang dikembangkan oleh masing-masing perusahaan ataupun organisasi.

Meskipun demikian, pada dasarnya format JSA hanya terdiri dari tiga kolom, yaitu kolom tahapan atau langkah pekerjaan, kolom potensi bahaya serta kolom upaya pengendalian bahaya. Sebagai bahan gambaran, berikut akan kami berikan contoh formulir pembuatan JSA.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar cara membuat Job Safety Analysis dilengkapi dengan pengertian, tujuan, waktu ideal penerapan hingga contoh formulirnya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak membuat JSA pada suatu proyek.

Sumber gambar : jsabuilder.com

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *