Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

3 Cara Menghitung Kebutuhan Lantai Kayu (Material & Biaya)

Cara Menghitung Kebutuhan Lantai Kayu

Cara Menghitung Kebutuhan Lantai Kayu – Meskipun saat ini sudah banyak bermunculan bahan material pelapis lantai, namun lantai kayu masih menjadi favorit sebagian masyarakat di Indonesia. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya lantai kayu mampu memberikan kesan alami sehingga sangat cocok bagi mereka yang menyukai suasana alam.

Motif lantai kayu sendiri juga beraneka ragam sehingga membuat pemilik rumah bisa dengan leluasa memilih sesuai dengan keinginan serta kebutuhan. Menariknya lagi, jika lantai kayu dirawat dengan benar, maka konstruksi tersebut juga bisa awet dan tahan lama, bahkan mencapai puluhan tahun.

Jika kalian memutuskan untuk menggunakan kayu sebagai material pelapis lantai rumah, ada baiknya hitung terlebih dahulu total kebutuhannya. Dimana perhitungan kebutuhan lantai kayu ini bertujuan agar nantinya kalian bisa mempersiapkan berapa besar anggaran dana pembangunannya.

Secara garis besar, perhitungan kebutuhan lantai kayu sebenarnya cukup mudah dilakukan, asalkan mengetahui rumus dan langkah-langkahnya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap tata cara menghitung kebutuhan lantai kayu untuk semua jenis serta ukurannya.

Jenis Material Lantai Kayu

Jenis Material Lantai Kayu

Sebelum pembahasan utama mengenai cara menghitung kebutuhan lantai kayu berlanjut, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu beberapa jenis-jenis bahan pembuatannya. Di Indonesia sendiri saat ini sudah tersedia cukup banyak jenis kayu yang kerap digunakan sebagai material pelapis lantai, diantaranya yaitu seperti berikut ini.

  1. Lantai kayu Jati.
  2. Lantai kayu Sonokeling.
  3. Lantai kayu Merbau.
  4. Lantai kayu Agathis.
  5. Lantai kayu Sungkai.
  6. Lantai kayu Keruing.
  7. Lantai kayu Ulin.
  8. Lantai kayu Bengkirai.

Kelebihan dan Kekurangan Lantai Kayu

Kelebihan dan Kekurangan Lantai Kayu

Setiap bahan material bangunan pastinya mempunyai karakteristik yang masing-masing berbeda, tak terkecuali lantai kayu. Sebagai bahan pertimbangan sebelum memasangnya, berikut akan kami berikan beberapa kelebihan serta kekurangan pemasangan lantai kayu di rumah.

Kelebihan

  • Membantu ruangan di dalam rumah memiliki udara yang sehat.
  • Mampu mempercantik sebuah ruangan.
  • Tata cara perawatannya mudah.
  • Mampu meningkatkan value rumah.
  • Lantai kayu cukup bervariasi.
  • Proses penggantiannya mudah jika mengalami kerusakan.
  • Lantai kayu lebih awet.

Kekurangan

  • Bahan serta proses instalasi mahal.
  • Mudah rusak jika terkena air secara terus-menerus.
  • Mudah tergores.
  • Lantai kayu tidak tahan terhadap kelembapan tinggi.

Cara Menghitung Kebutuhan Lantai Kayu

Seperti dijelaskan sebelumnya, sebenarnya cara menghitung kebutuhan lantai kayu terbilang cukup mudah, bahkan hampir mirip seperti saat MENGHITUNG KEBUTUHAN LANTAI VINYL. Dimana nantinya kalian perlu mencari tahu luas atau volume pekerjaan lantai yang akan dipasangi kayu terlebih dahulu.

Selain menghitung total kebutuhan lantai kayu, kalian juga harus memperhitungkan berapa banyak kebutuhan skriting atau lis dinding kayu. Daripada penasaran, tanpa berlama-lama lagi langsung saja simak baik-baik cara menghitung kebutuhan lantai kayu untuk semua jenis-jenisnya berikut ini.

Volume Pekerjaan Lantai

Volume Pekerjaan Lantai

Tahap pertama yaitu menghitung luas atau volume bidang pekerjaan lantai yang akan dipasangi material kayu. Sebagai contoh kalian akan memasang lantai kayu Merbau berukuran 1 cm x 5 cm x 60 cm pada ruangan kamar sepanjang 5 meter serta lebar 4 meter, maka tata cara menghitungnya yaitu akan seperti berikut ini.

Diketahui :

  • Panjang ruangan : 5 meter.
  • Lebar ruangan : 4 meter.

Perhitungan :

  • Volume Lantai Kayu
    • Volume : Panjang x Lebar.
    • Volume : 5 m x 4 m = 20 m2.
  • Keliling Ruangan
    • Keliling : 2 x (Panjang + Lebar).
    • Keliling : 2 x (5 m + 4 m).
    • Keliling : 2 x 9 m = 18 m.

Jadi, total volume pekerjaan pemasangan lantai kayu pada kamar berukuran 5 m x 4 m yaitu sekitar 20 meter persegi dengan total keliling ruangan 18 meter lari.

Kebutuhan Material Lantai Kayu

Kebutuhan Material Lantai Kayu

Cara selanjutnya yaitu tinggal menghitung kebutuhan lantai kayu Merbau berukuran 1 cm x 5 cm x 60 cm pada ruangan kamar seluas 20 meter persegi. Sebagai contoh kalian akan memasang lantai kayu dengan kelebihan potongan atau allow end sebesar 5% dan lis kayu sebesar 10%, maka perhitungannya akan seperti di bawah ini.

  • Kebutuhan Lantai Kayu
    • Lantai kayu : Volume lantai + (Kelebihan potongan x Volume lantai).
    • Lantai kayu : 19 m2 + (5% x 19 m2).
    • Lantai kayu : 19 m2 + 0.95 m2 = 19.95 m2 (dibulatkan menjadi 20 m2).
  • Kebutuhan Lis Kayu
    • Lis kayu : Keliling lantai + (Kelebihan potongan x Keliling lantai).
    • Lis kayu : 18 m + (10% x 18 m).
    • Lis kayu : 18 m + 1.8 m = 19.8 m (dibulatkan menjadi 20 m).

Dari data perhitungan di atas, maka total kebutuhan lantai kayu Merbau untuk ruangan kamar berukuran 5 m x 4 m yaitu kurang lebih sekitar 20 meter persegi dengan total panjang lis sekitar 20 meter lari.

Biaya Pembelian Lantai Kayu

Biaya Pembelian Kayu

Cara terakhir yaitu menghitung biaya pembelian kebutuhan lantai kayu Merbau beserta lis dindingnya. Sebagai contoh HARGA KAYU MERBAU berukuran 1 cm x 5 cm x 60 cm saat ini adalah Rp 190.000 per meter perseginya dan harga lis kayu Rp 28.000 per meternya, maka kalian perlu mempersiapkan anggaran biaya sebesar perhitungan di bawah ini.

  • Biaya Pembelian Lantai Kayu
    • Lantai kayu : Total Kebutuhan x Harga per meter persegi.
    • Lantai kayu : 20 m2 x Rp 190.000 = Rp 3.800.000.
  • Biaya Pembelian Lis Kayu
    • Lis kayu : Total kebutuhan x Harga per meter lari.
    • Lis kayu : 20 m x Rp 28.000 = Rp 560.000.

Jadi, total biaya yang diperlukan untuk membeli kebutuhan material pemasangan lantai kayu pada ruangan kamar berukuran 5 m x 4 m kurang lebih sekitar Rp 4.360.000 dengan rincian pembelian lantai kayu Merbau Rp 3.800.000 dan lis kayu Rp 560.000.

Akhir Kata

Itulah sekiranya penjelasan dari Epropertyrack seputar tata cara menghitung kebutuhan lantai kayu untuk semua jenis dan ukurannya, baik itu kebutuhan bahan material hingga anggaran biaya pembeliannya. Semoga informasi di atas bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan ketika hendak memasang lantai kayu di rumah.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *