Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Cara Menghitung Kebutuhan Pasir Untuk Lantai

Cara Menghitung Kebutuhan Pasir Untuk Lantai

Cara Menghitung Kebutuhan Pasir Untuk Lantai – Salah satu material bahan bangunan paling banyak digunakan pada saat proses pembangunan sebuah rumah atau gedung yaitu pasir. Material tersebut digunakan hampir di seluruh struktur bangunan mulai dari pondasi, beton dan tulang, dinding hingga lantai.

Biasanya pasir dimanfaatkan sebagai bahan adonan yang dicampur dengan semen untuk menyatukan komponen serta bahan bangunan lainnya. Meskipun sama-sama digunakan sebagai campuran adonan, namun penggunaan semen dan pasir memiliki perhitungan cukup berbeda, terutama pada pekerjaan lantai.

Maka dari itu, kontraktor ataupun pemborong harus mengetahui bagaimana langkah-langkah perhitungan kebutuhan pasir pada pekerjaan lantai. Hal tersebut bertujuan agar kontraktor dapat memperkirakan berapa besar biaya pengeluaran dalam pekerjaan lantai sebuah bangunan.

Nah, kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai tata cara menghitung kebutuhan pasir untuk kebutuhan lantai, entah itu pada pemasangan plester keramik ataupun cor beton. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja simak baik-baik pembahasan perhitungannya di bawah ini.

Kegunaan Pasir Untuk Lantai

Kegunaan Pasir Untuk Lantai

Seperti dijelaskan di atas, penggunaan pasir untuk lantai biasanya dibutuhkan pada saat pekerjaan pemasangan plesteran keramik ataupun beton cor. Oleh karena itu, agar konstruksi lantai kokoh dan tahan lama, diperlukan adanya perhitungan matang sejak awal.

Selain itu, dengan mengetahui total kebutuhan pasir untuk lantai, kalian bisa memperkirakan total anggaran biaya yang perlu di persiapkan. Sehingga saat proses pembangunan sedang berlangsung kalian tidak akan mengalami kekurangan ataupun kelebihan dana.

Cara Menghitung Kebutuhan Pasir Untuk Lantai

Pada dasarnya menghitung keperluan pasir untuk lantai cukup mudah dilakukan, asalkan mengetahui bagaimana prosedurnya. Tentunya perhitungan kebutuhan pasir tersebut harus disesuaikan dengan luas lantai. Agar lebih jelasnya, perhatikan cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai di bawah ini.

Perhitungan Kebutuhan Pasir

Perhitungan Kebutuhan Pasir

Untuk mengetahui kebutuhan pasir, sebelumnya cari tahu terlebih dahulu luas total ukuran lantai yang akan dipasangi keramik. Sebagai contoh kalian akan memasang keramik pada ruang tamu seluas 12 meter persegi (m2), maka perhitungannya yaitu sebagai berikut.

Diketahui :

  • Luas lantai : 12 m2
  • Koefisien pasir 1 m2 : 0.045 m3/m2

Kebutuhan pasir : Luas lantai (12 m2) x Koefisien pasir 1 m2 (0.045 m3/m2) = 0.54 m3

Jadi, untuk lantai kerja seluas 12 meter persegi membutuhkan pasir pasang sekitar 0.54 meter kubik. Semakin luas volume lantai, maka akan semakin banyak pula kebutuhan material pasirnya.

Perhitungan Biaya Pembelian Pasir

Perhitungan Biaya Pembelian Pasir

Setelah mengetahui total kebutuhan pasir untuk lantai, selanjutnya kalian sudah bisa menghitung kisaran biaya pembelian materialnya. Sebagai contoh HARGA PASIR per 1 m3 saat ini yaitu sekitar Rp 250.000, maka biaya pembelian pasir untuk konstruksi lantai seluas 12 meter persegi yaitu sekitar Rp 135.000 (0.54 m3 x Rp 250.000).

Namun kisaran harga tersebut dapat berbeda untuk masing-masing daerah, bisa lebih mahal atau bahkan lebih murah. Maka dari itu, saran kami sebaiknya lakukan survei ke beberapa toko material atau bangunan untuk mendapatkan harga pasir kompetitif.

Tips Memilih Pasir Untuk Kebutuhan Lantai

Tips Memilih Pasir Untuk Kebutuhan Lantai

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai tata cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai beserta total biaya pembelian materialnya. Nah, agar kalian mendapatkan material pasir berkualitas, sebaiknya ikuti beberapa tips memilihnya berikut ini.

  • Pastikan pasir tidak mengandung kotoran seperti daun kering, ranting lapuk atau lumut.
  • Pilihlah pasir dengan karakteristik keras dan tajam.
  • Pasir tidak mengandung lumpur lebih dari 5%.
  • Pasir harus terbebas dari kotoran organik.

Akhir Kata

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa total kebutuhan pasir untuk lantai tergantung dengan volume atau luas bidang pekerjaannya. Semakin luas ukuran lantai kerja, maka akan semakin banyak pula kebutuhan material pasirnya.

Demikian sekiranya penjelasan seputar cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai, entah itu dalam pekerjaan plesteran keramik ataupun beton cor versi Epropertyrack. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan gambaran ketika hendak menghitung total keperluan material pasir untuk pekerjaan lantai.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *