Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Cakar Ayam

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Cakar Ayam

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Cakar Ayam – Sebagaimana diketahui, pondasi cakar ayam sudah sangat terkenal di banyak konstruksi. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya pondasi jenis ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh jenis lainnya.

Biasanya struktur cakar ayam atau footplat banyak digunakan pada konstruksi bangunan dengan struktur tanah lembek. Selain itu, pondasi cakar ayam juga sering digunakan pada struktur bangunan rumah bertingkat entah itu 2 lantai atau bahkan lebih.

Bagi kalian yang hendak MEMBANGUN RUMAH 2 LANTAI menggunakan cakar ayam, penting untuk membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan matang sejak awal. Pasalnya pembuatan pondasi footplat ini memerlukan biaya cukup besar, terutama untuk kebutuhan tulangan besinya.

Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini kami akan membantu kalian dalam menghitung kebutuhan tulangan besi pada cakar ayam. Nah, tanpa berlama-lama lagi langsung saja simak baik-baik penjelasan cara menghitung kebutuhan besi cakar ayam di bawah ini.

Kelebihan dan kekurangan Cakar Ayam

Kelebihan dan kekurangan Cakar Ayam

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, namun bukan berarti pondasi cakar ayam tidak memiliki kelemahan sedikitpun. Sebagai bahan pertimbangan, berikut akan kami berikan beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam.

Kelebihan

  • dapat dibangun di atas tanah lembek atau kurang kokoh.
  • Tidak memerlukan sistem drainase.
  • Cocok digunakan di banyak wilayah di Indonesia.
  • Konstruksi bangunan menjadi lebih kokoh.

Kekurangan

  • Biaya pengerjaannya lebih mahal.
  • Kurang cocok untuk bangunan kecil.
  • Proses pembuatannya cukup rumit.

Ukuran Standar Cakar Ayam

Sebelum membahas cara menghitung kebutuhan besi cakar ayam lebih lanjut, ada baiknya ketahui terlebih dahulu mengenai ukuran standarnya. Biasanya untuk rumah 2 lantai sederhana menggunakan cakar ayam dengan ukuran minimal 70 x 70 cm.

Sementara rumah 2 lantai berukuran besar menggunakan cakar ayam minimal ukuran 100 x 100 cm. Untuk ketinggian pondasi footplat pada rumah 2 lantai sendiri sebenarnya sama yaitu sekitar 25 cm.

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Cakar Ayam

Seperti dijelaskan di atas, pondasi cakar ayam atau footplat ini terbuat dari beton bertulang sehingga akan membutuhkan besi tulangan. Tulangan besi ini nantinya akan terbungkus oleh beton cor sehingga tidak akan terlihat dari luar. Nah, di bawah ini akan kami berikan cara menghitung kebutuhan besi cakar ayam untuk ukuran 80 x 80 cm serta 100 x 100 cm pada rumah 2 lantai.

Cakar Ayam Ukuran 80 x 80 CM

Cakar Ayam Ukuran 80 x 80 CM

Misalkan rumah sederhana 2 lantai menggunakan pondasi cakar ayam berukuran 80 x 80 cm dengan jumlah 15 buah, maka cara perhitungannya yaitu seperti berikut ini.

Diketahui :

  • Kebutuhan cakar ayam : 15 buah.
  • Panjang besi cakar ayam : 17 meter.
  • Panjang besi 1 batang : 12 meter.

Perhitungan :

  • Kebutuhan besi : Panjang besi cakar ayam x Kebutuhan cakar ayam : Panjang besi 1 batang
  • Kebutuhan besi : 17 meter x 15 buah : 12 meter = 21,25 batang.

Jadi, kebutuhan besi untuk pondasi cakar ayam berukuran 80 x 80 cm yaitu sekitar 21 batang hingga 23 batang. Dibulatkan menjadi 23 bertujuan untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal-hal di luar dugaan.

Cakar Ayam Ukuran 100 x 100 CM

Cakar Ayam Ukuran 100 x 100 CM

Sebagai contoh sebuah rumah 2 lantai menggunakan pondasi cakar ayam berukuran 100 x 100 cm dengan jumlah 24 buah serta memerlukan besi sepanjang 21,5 meter, maka cara menghitung kebutuhan besi cakar ayamnya yaitu seperti di bawah ini.

Diketahui :

  • Kebutuhan cakar ayam : 24 buah.
  • Panjang besi cakar ayam : 21,5 meter.
  • Panjang besi 1 batang : 12 meter.

Perhitungan :

  • Kebutuhan besi : Panjang besi cakar ayam x Kebutuhan cakar ayam : Panjang besi 1 batang
  • Kebutuhan besi : 21,5 meter x 24 buah : 12 meter = 43 batang.

Khusus untuk cakar ayam berukuran 100 x 100 cm pada rumah 2 lantai ini tambahkan besi 10% dari total kebutuhan. Hal ini bertujuan karena nantinya akan ada pemotongan besi sehingga bisa saja terjadi kekurangan.

Jadi total kebutuhan besi untuk pondasi cakar ayam rumah 2 lantai berukuran 100 x 100 cm yaitu sekitar 44 batang sampai 47 batang, sudah termasuk penambahan 10%.

Catatan Perhitungan Besi Cakar Ayam

Catatan Perhitungan Besi Cakar Ayam

Setelah mengetahui bagaimana cara menghitung kebutuhan besi cakar ayam, kalian juga harus memperhatikan beberapa catatan di bawah ini.

  • Perhitungan di atas merupakan kisaran, sehingga hasil di lapangan bisa saja sedikit berbeda tergantung kondisi aslinya.
  • Perhitungan di atas menggunakan teori, namun di lapangan sudah terbukti cukup akurat.
  • Perhitungan di atas hanya untuk pondasinya saja, belum termasuk kolom struktur di atasnya.
  • Pastikan menambahkan jumlah besi dari hitungan asli, minimal 10% dari total kebutuhan besi.

Akhir Kata

Jadi, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan besi pada cakar ayam cukup berbeda-beda tergantung dengan kebutuhan pondasinya. Namun, sebaiknya lebihkan pembelian besi melebihi dari perkiraan awal untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal-hal di luar dugaan seperti kekurangan material pada saat proses pembangunan sedang berlangsung.

Demikian penjelasan dari Epropertyrack seputar tata cara menghitung kebutuhan besi cakar ayam untuk semua ukuran-ukurannya. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan gambaran ketika hendak membangun rumah 2 lantai menggunakan pondasi cakar ayam.

Jihan Mahasiswa jurusan arsitek yang aktif menjadi penulis di website Epropertyrack.com. Jika ada pertanyaan terkait artikel yang saya publikasikan silahkan hubungi saya lewat menu kontak kami di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *